73 Sekolah di Kaltim Masuk Adiwiyata Nasional

by admin / 15 Des 2016 / Lihat Video Disini
#

Keterangan Gambar : Peserta asal Kutai Timur ketika menghadiri penerimaan penghargaan Adiwiyata Nasional 2016 di Jakarta. (ist)

 

SAMARINDA - Sedikitnya 73 sekolah di Kaltim hingga 2016, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat hingga SMA sederajat telah berhasil meraih penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sedangkan untuk tahun ini sekolah yang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional sebanyak 29 sekolah. Penghargaan tahun ini diserahkan oleh Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy.

Jumlah tersebut terdiri dari Berau diwakili SMPN 2 Berau. Kukar diwakili SDN 028 Tenggarong dan SMKN 1 Tenggarong. Kutim diwakili SDN 001 Sangatta Utara, SDN 001 Sangatta Selatan, SDN 009 Sangatta Utara dan SDN 007 Sangkulirang. Paser diwakili SMPN 2 Tanah Grogot dan SMAN 1 Tanah Grogot. PPU diwakili SDN 005 Waru, SDN 013 Penajam dan SMAN 1 Penajam. Balikpapan diwakili 14 sekolah. Bontang diwakili SDN 004 Bontang Barat, SD 2 YPK Bontang Barat dan SMPN 3 Bontang.

“Kita bersyukur tahun ini 29 sekolah berhasil menerima penghargaan ini. Hal ini membuktikan, bahwa pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota telah berhasil membina sekolah-sekolah untuk melaksanakan program adiwiyata,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim Riza Indra Riadi dikonfirmasi di Samarinda, Rabu (14/12).

Riza mengatakan program adiwiyata ini untuk mendorong sekolah-sekolah melaksanakan program peduli lingkungan. Dengan melaksanakan program dimaksud diharapkan dapat melakukan proses pembelajaran yang didasarkan pada cita-cita luhur dan prinsip-prinsip yang mendasarkan pada keberlanjutan dengan memusatkan perhatian pada semua tingkat dan jenis pembelajaran. Tujuannya dalam rangka memberikan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan pengembangan manusia yang berkelanjutan, salah satunya adalah belajar memanfaatkan, merawat dan memperbaiki alam.

“Pemprov Kaltim melalui BLH Kaltim akan terus mendorong sekolah untuk melaksanakan program ini, sehingga bumi yang kita punya ini tetap bersih dan hijau,” jelasnya. (jay/sul/es/humasprov)