Warga Jawa Jangan Jadi Beban Pembangunan Daerah

by admin / 10 Jan 2017 / Lihat Video Disini
#

Keterangan Gambar : Ketua Umum DPP Ikapakarti Kaltim Dr H Rusmadi bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X. (fajar/humasprov)

 

SAMARINDA - Dalam lawatan Sri Sultan Hamengkubuwono X ke Kaltim untuk mengukuhkan DPP Ikapakarti Kaltim periode 2016-2020 serta menghadiri Upacara Puncak HUT ke-60 Provinsi Kaltim, Sri Sultan Hamengkubuwono X  meminta agar ke depan warga Jawa di Kaltim tidak menjadi beban bagi pembangunan daerah.

Artinya, warga Jawa dalam melaksanakan berbagai aktivitas di Kaltim untuk tidak membedakan suku dan etnis serta agama, sehingga keharmonisan penduduk di daerah ini semakin baik. Dengan begitu, pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan rasa aman dan damai di masa-masa akan datang.

“Warga Jawa jangan sampai menjadi beban dalam proses penyelenggaraan pembangunan daerah. Karena itu, warga Jawa harus memiliki tekad yang sama dengan penduduk pendatang lainnya, yaitu di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” kata Sri Sultan Hamengkubuwono X di Stadion Madya Sempaja Samarinda, Sabtu malam (7/1).

Hal itu, menurut Sri Sultan, wajib dilaksanakan semua warga Jawa di mana pun berada. Karena itu, warga Jawa diminta untuk saling membangun komunikasi yang baik terhadap seluruh penduduk di daerah ini.

Menurut Sultan, penyesuaian diri dalam setiap daerah wajib dilakukan setiap penduduk pendatang, khususnya warga Jawa. Sehingga, warga Jawa dapat diterima dengan baik oleh penduduk asli. Karena itu, menghargai warga etnis dan agama serta suku yang lain sangat diperlukan.

“Saya yakin, jika warga Jawa saling menghargai satu dengan yang lain, maka keselamatan dan kesejahteraan pasti diterima dengan layak. Sedangkan untuk pelestarian seni dan budaya, itu tergantung inisiatif dari masyarakat untuk menjalankannya. Terpenting adalah bagaimana menciptakan rasa aman di daerah orang,” jelasnya. (jay/sul/ri/humasprov)