Dorong Hilirisasi Produk Demi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

by admin / 16 Feb 2017 / Lihat Video Disini
#

Keterangan Gambar : Dr Rusmadi menerima plakat dari Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta. (fajar/humasprov)

 

SAMARINDA-Percepatan pertumbuhan ekonomi di Kaltim hingga saat ini memang tidak lepas dari ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan dan mineral dan batu bara (Minerba). Hanya saja, ke depan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Bumi Etam, sesuai visi Kaltim 2030, maka pertumbuhan ekonomi difokuskan pada perkembangan hilirisasi sumber daya yang dimiliki daerah, baik sektor pertambangan, minerba hingga pengembangan perkebunan kelapa sawit.

Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi ketika membuka Focus Group Discussion (FGD) tentang regional growth strategy menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, merata dan berkelanjutan yang dilaksanakan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) bekerja sama dengan Biro Humas Setprov Kaltim mengatakan, program ini sejalan dengan kajian yang dilakukan KEIN, agar Kaltim ke depan mendukung pertumbuhan ekonomi yang mengandalkan program hilirisasi sumber daya daerah.

“Memang, potensi Kaltim saat ini adalah pertambangan dan minerba, serta perkelapasawitan. Tetapi, ada juga tambahan yang diberikan KEIN, yaitu di sektor perikanan dan pariwisata. Hanya saja, tergantung bagaimana membangun hilirisasinya dan itulah yang saat ini telah diprogramkan Pemprov Kaltim menuju Visi Kaltim 2030,” kata Rusmadi ketika membuka FGD Regional Growth Strategy di Hotel Aston Samarinda, Selasa (14/2).

Rusmadi mengatakan, apa yang dikaji KEIN telah diprogramkan Pemprov Kaltim. Hanya saja, memang untuk menyukseskan program tersebut Pemprov Kaltim perlu adanya dukungan kebijakan pemerintah pusat.

Saat ini pemerintah pusat telah memberikan dukungan yang cukup signifikan. Contohnya, percepatan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,02 Km. Tetapi, kondisi tersebut tentu belum cukup untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi di Kaltim.

“Yang kini juga memerlukan dukungan adalah pembangunan kawasan industri. Misal, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy kita cita-citakan untuk hilirisasi perkelapasawitan. Hanya saja, tangki timbun yang belum diberikan pemerintah pusat,” jelasnya.

Karena itu, kondisi tersebut pula yang menjadi pertimbangan para pengusaha maupun investor untuk membangun pabrik di kawasan tersebut. Terkait masalah tersebut, selanjutnya bagaimana pemerintah khususnya pemerintah pusat bisa hadir dalam mendukung program tersebut.

Bahkan, saat ini untuk mendukung kawasan tersebut Pemprov Kaltim telah melakukan penataan kawasan, mulai membangun pelabuhan terminal crude palm oil (CPO) hingga infrastruktur jalan menuju akses kawasan tersebut.

“Jadi, kami harap pemerintah pusat khususnya melalui Kementerian Perindustrian dapat mendukung program ini, sehingga pengembangan hilirisasi dari kawasan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perkebunan kelapa sawit semakin menjanjikan untuk kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta mengatakan KEIN telah mengkaji bagaimana percepatan pertumbuhan ekonomi di Kaltim dan itu telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi ke depan harus tinggi dan merata.

Menurut Arif, pertumbuhan ekonomi di Kaltim memang saat ini tergantung pada sektor pertambangan dan penggalian serta kinerja ekspor. Sekitar 90% sumber daya alam Kaltim diekspor dalam bentuk mentah. Saat harga komoditas mengalami tekanan di pasar internasional akibat permintaan yang menurun, perekonomian Kaltim langsung ikut tertekan.

Karena itu, perlu upaya pengelolaan kekayaan sumber daya alam Kaltim yang baik sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.            “Diperlukan kebijakan dari pemerintah di sektor-sektor unggulan di luar sektor pertambangan dan penggalian,” katanya.

Untuk itu, model pertumbuhan di wilayah memerlukan alternatif, dengan tidak bergantung pada satu komoditas utama yang tidak terdiversifikasi. Tak kalah pentingnya adalah mendorong pertumbuhan dari potensi ekonomi lain yang ada di masing-masing wilayah.

Selanjutnya yang diperlukan dalam strategi jangka pendek yang dapat dilakukan khusus di Kaltim, antara lain mengembangkan industri olahan makanan dan minuman berbasis agro, karena Kaltim memiliki potensi yang sangat besar. Selain itu, Pemprov Kaltim juga dapat memaksimalkan potensi yang ada di 8 kawasan strategi yang sudah ada.

Bukan hanya itu, solusi lainnya adalah bagaimana optimalisasi sumber daya perikanan, percepatan industri hilir kelapa sawit dan percepatan proyek strategis nasional di Kaltim. (jay/sul/es/humasprov)