Pembukaan Program Studi di Luar Domisili 

by admin / 06 Sep 2016 / Lihat Video Disini
#

Keterangan Gambar : ///FOTO : Gubernur  Kaltim H Awang Faroek Ishak dan Rektor ISI Jogyakarta M Agus Burhan  menandatangani MoU tentang pendampingan penyelenggaraan Pendidikan ISBI Kaltim.(umar/humasprov)

 

Gubernur: ISBI Penting  untuk Menjaga dan Mengembangan Seni Budaya

SAMARINDA - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim binaan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta sangat penting untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan seni budaya Kaltim. 

Gubernur  Kaltim H Awang Faroek Ishak mengatakan sudah seharusnya ada perguruan tinggi yang turut bertanggungjawab menjaga, memelihara dan mengembangkan seni budaya, selain para seniman, budayawan. Justru perguruan tinggi dan para seniman harus bersatu untuk saling mendukung dan bekerjasama dalam berkarya dan mengembangkan seni budaya daerah. 

"Karena itu, keberadaan ISBI Kaltim sangat penting untuk menjaga dan memelihara serta mengembangkan aneka ragam seni budaya yang di miliki Kaltim," kata Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak pada pembukaan program studi di luar domisili  ISBI Kaltim, sekaligus pentas dan pameran serta penayangan hasil pembelajaran mahasiswa ISBI Kaltim di ISI Yogyakarta tahun akademik 2016-2017, yang berlangsung di kampus sementara ISBI   Museum Mulawarman Tenggarong, Senin (5/9).

Meskipun seni budaya Kaltim masih eksis di Benua Etam, lanjut Awang Faroek, akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, dewasa ini seni budaya Kaltim sedikit banyaknya ada yang mengalami perubahan dan pergeseran nilai, serta pandangan dan penghargaan yang ada di dalam masyarakat. 

"Dikhawatirkan, justru lama kelamaan akan hilang dan tidak dikenali lagi, atau hanya tinggal cerita tanpa diketahui oleh generasi yang akan datang. Sebab itu, untuk mengantisipasinya  tidak lain adalah dengan pendirian ISBI Kaltim yang hasilnya sekarang sudah bisa dilihat," kata Awang.

Dengan dibukanya program studi di luar domisili ISBI Kaltim ini, Awang Faroek  berharap perkuliahan di ISBI Kaltim tidak mengalami kendala lagi, sehingga para dosen dan mahasiswa dapat belajar dan berkarya lebih baik. 

"Teruslah belajar dan berkarya, karena tanpa belajar dan berkarya, eksistensi ISBI Kaltim tidak akan bisa dilihat orang, apalagi dihargai dan dipercaya masyarakat," kata Awang Faroek.

Sementara panitia kemitraan ISI Yogyakarta dengan ISBI Kaltim  Prof Dr I Wayan Dana dalam laporannya mengatakan berdasarkan hasil penerimaan mahasiswa baru pada on line  tahun akademik 2016/2017 sebanyak 75 mahasiswa yang terdiri program studi S1 Seni Tari 25 mahasiswa, S1 Etnomusikologi 13 mahasiswa, S1 Kriya Seni 10 mahasiswa dan Program Studi S1 Televisi 27 mahasiswa.

Selain penerimaan mahasiswa baru, I Wayan Dana juga menyampaikan mahasiswa angkatan tahun 2012  yang lulus wisuda pada priode kelulusan semester genap 2015/2016. Para mahasiswa yang akan diwisuda pada 10 September 2016 , yaitu Fauji Romansyah (S1 Seni Tari), Wahyu Hadibrata (s1 Etmomusikologi) Thitis fadillah Arssy (S1 kriya seni), Tri Setiyani (S1 Kriya Seni) dan Siti Suhada (S1 Televisi) lulus dengan cumlaude dengan IPK 3,63. (mar/sul/es/humasprov).