Kalimantan Timur
Pembangunan Infrastruktur Terus Berlanjut

Kunjungan Dubes Indonesia untuk Rusia

 

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur di daerah, karena, pembangunan infrastruktur tersebut diyakini akan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi.  

Gubernur menilai, baik pemerintah pusat, para ahli dan pemerintah di daerah tidak ada yang meragukan pembangunan infrastruktur akan merugikan masyarakat. Saat ini Pemprov Kaltim tengah melakukan kerjasama dengan Rusia untuk pembangunan rel kereta api yang pada tahap awal akan mengangkut batu bara yang menghubungkan Kutai Barat, Kutai Kartanegara, PPU dan Balikpapan.

“Karena itu, saya yakin dengan terus melakukan pembangunan infrastruktur akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah. Yang jelas, Pemprov Kaltim berkomitmen untuk memperlancar proses pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan rel kereta api bekerjasama dengan Pemerintah Rusia,” kata Awang Faroek Ishak saat jamuan makan malam kunjungan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun di Pendopo Lamin Etam, Kamis malam (23/1).

Menyukseskan pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan rel kereta api, diharapkan adanya dukungan dari pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim, khusus dalam pembebasan lahan, mulai dari Kutai Barat, Kutai Kartanegara, PPU, Balikpapan dan Paser.

Selain itu, gubernur juga berharap SKPD terkait dengan pembangunan tersebut, untuk dapat mempersiapkan rencana strategi, terutama dalam memikirkan permasalahan pembebasan lahan. Karena, hal ini juga telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa bahwa Kaltim harus memperjelas bagaimana pembebasan lahan yang dilakukan.

“Penyelesaian masalah lahan ini memang sangat penting. Contoh, di Sumatera Selatan gara-gara lahan, pembangunan rel kereta api di daerah tersebut menjadi gagal. Saya berharap itu tidak terjadi di Kaltim,” jelasnya.

Rencana ini patut diseriusi mengingat banyak manfaat yang begitu besar dalam perencanaan pembangunan ekonomi jangka panjang di Kaltim. Apalagi rencana ini pun sudah menjadi bagian dari program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Kalimantan. Rencana pembangunan rel kereta api ini juga merupakan tindak lanjut perjanjian kerjasama antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Sementara itu, Dubes Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun mengatakan saat ini memang akan dibangun jalur rel kereta api di Kaltim, tapi dari ini akan menjadi ikon bangkitnya kerjasama, bukan hanya politik tetapi ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya antara Indonesia dengan Rusia. 

“Ini adalah faktor strategik yang menjadi dasar harus terbangunnya jalur rel kereta api di Kaltim. Bahkan ini akan menjadi prioritas dan item utama pada saat pertemuan bilateral di Bali antara Presiden SBY dan Vladimir Putin,” jelasnya.

Menurut dia, apa yang dilakukan Gubernur Kaltim ketika berkunjung ke Rusia baru-baru ini sudah sangat tepat. Rusia unggul di bidang teknologi diantaranya mereka telah  membuat pesawat perang yang mampu terbang dan juga bisa digunakan di lautan. Karena itu, sangat tepat jika Pemprov Kaltim akan mengirimkan generasi muda yang melanjutkan pendidikan di sana.

Dikatakan lagi, jika tidak sekarang, tentu Kaltim akan rugi. Sebab, apabila melihat strategi Rusia yang dilakukan saat ini, telah menerima ribuan mahasiswa dari Malaysia hingga China dan dibiayai oleh pemerintah masing-masing Negara. Mengapa hal itu dilakukan. Karena, dengan tujuan, kelak pada 15 tahun akan datang Rusia berkeyakinan bahwa Rusia menjadi pemain global di dunia. 

Ini juga dilakukan, karena Rusia menyiapkan SDM yang siap untuk bekerjasama dengan Negara-negara tersebut. “Saya kira, Kaltim akan menjadi provinsi institusi pemerintah pertama yang mengirimkan mahasiswanya ke Rusia atas beban APBN atau APBD sebanyak 132 orang. Karena saya menilai apa yang dilakukan Gubernur Kaltim setelah berkunjung ke sana sangat tepat, yakni datang, lihat dan putuskan. Saya kira pemimpin yang seperti ini kita butuhkan,” jelasnya. (jay/hmsprov)

//Foto: SANGAT TEPAT. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyerahkan plakat Provinsi Kaltim pada Duta Besar Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun. (fajar humasprov kaltim).

Berita Terkait