Kalimantan Timur
Penghargaan Pangripta Nusantara 2015 untuk Kaltim

Bukti Dukungan Rakyat untuk Pembangunan Daerah

           

SAMARINDA – Keberhasilan Kaltim meraih penghargaan Anugrah Pangripta Nusantara 2015, sebagai provinsi terbaik kedua nasional yang diserahkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas Andrinof Chaniago pada Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas). Merupakan bukti keberhasilan pembangunan daerah sekaligus cerminan dukungan kuat masyarakat untuk kemajuan Kaltim.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim, S Adiyat terkait keberhasilan daerah ini meraih prestasi terbaik kedua nasional Anugrah Pengripta Nusantara  2015 untuk katagori Peningkatan Kualitas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)  di Jakarta, Rabu (29/4).

Menurut dia, melalui penghargaan tersebut bisa dijelaskan kepada masyarakat bahwa berbagai program pembangunan yang direncanakan harus dilihat hingga akhir masa jabatan, sebagai bentuk penilaian oleh setiap orang termasuk penghargaan oleh negara.

“Penghargaan Anugrah Pangripta Nusantara 2015 ini, merupakan bukti keberhasilan pembangunan daerah yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, sebagaimana yang telah diprogramkan yang tentunya melalui dukungan seluruh warga Kaltim,” kata Adiyat.

Karena itu, penilaian terhadap keberhasilan program pembangunan sebuah pemerintahan tidak bisa diberikan pada saat masa kerja masih berlangsung, namun akan terlihat pada saat masa kerja telah berakhir.

Demikian juga halnya dengan pembangunan di Kaltim yang telah diprogramkan oleh Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur Dr H Awang Faroek Ishak dan Wagub Mukmin Faisyal  yang akan berlangsung hingga 2018, akan terlihat keseluruhan hasilnya pada akhir masa jabatan.

Meskipun diakuinya, dalam perjalanan ada beberapa program pembangunan menemui kendala di tengah jalan, sehingga terpaksa harus tertunda karena  membutuhkan penanganan  agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah. Apalagi yang terkait dengan hukum dan aturan yang tidak boleh dilanggar.

Jadi apabila ada proyek atau program yang tertunda karena satu hal yang harus diselesaikan  dulu, tidak bisa dikatakan mangkrak atau tidak selesai. Karena masih dalam proses penyelesaian oleh sejumlah pihak berwenang agar pelaksaanan lanjutan berjalan lebih lancar dan tidak menimbulkan masalah.

“Karena itu perlu dipahami masyarakat bahwa di Kaltim tidak ada proyek yang mangkrak, karena semua terus berjalan sesuai harapan dan ditargetkan selesai pada waktunya,” kata Adiyat.

Tentunya Pemprov Kaltim terus berupaya menyelesaikan seluruh program pembangunan daerah dengan dukungan masyarakat, sehingga target Kaltim Maju 2018 akan tercapai, sesuai harapan. (santos/sul/hmsprov).

 

///FOTO : Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menyerahkan penghargaam Anugrah Pangripta Nusantara 2015 kepada Gubernur Dr H Awang Faroek Ishak.(Ist)

 

Berita Terkait