Kalimantan Timur
2018 Pemprov Fokus Program Wajib dan Mengikat

 

 

2018 Pemprov Fokus Program Wajib dan Mengikat

 

SAMARINDA - Tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembanguann Jangka Menengah Daerah (RJMPD) Kaltim 2013-2018, fokus APBD diarahkan untuk menuntaskan program wajib dan mengikat. Diantara program wajib dan mengikat itu bidang pendidikan dan kesehatan. OPD lain diluar pendidikan dan kesehatan diharapkan lebih kreatif agar mendapat dukungan APBN.

 

"Karena itu, saya meminta OPD terkait di luar bidang pendidikan maupun kesehatan agar lebih kreatif berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Pasalnya dukungan dari pusat juga cukup besar ke daerah," kata Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi, Kamis (30/11).

 

Dijelaskan Rusmadi, setiap kebijakan dan pelaksanaan program, pemerintah selalu menggunakan standar input proses dan metode kerja yang jelas. Program dan alokasi anggaran harus selaras dengan pengalokasian pembangunan. Pemprov juga terus berupaya agar pengalokasian anggaran di masing-masing OPD dapat terpenuhi, sehingga alokasi APBD juga memiliki peran untuk menyukseskan program kerja pembangunan.

 

"Kondisi ini karena pertumbuhan keuangan daerah mengalami keterlambatan. Jika keuangan daerah ke depan semakin baik tentu pengalokasian anggaran di masing-masing OPD dapat lebih maksimal dan terpenuhi. Meski pun alokasi dari APBN juga ada," jelasnya. (jay/sul/ri/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation