Kalimantan Timur
60 Warga Mahulu Diberi Beasiswa Kedokteran

Gubernur Awang Faroek Ishak bersama Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh. Gubernur siap bantu Beasiswa Kaltim Cemerlang untuk 60 anak Mahulu melanjutkan studi di bidang tenaga kesehatan. (seno/humasprov kaltim)

 

MAHULU - Tidak kurang 60 orang warga Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tahun ini akan memperoleh bantuan biaya pendidikan berupa Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) untuk program kedokteran dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Beasiswa itu diberikan Gubernur H Awang Faroek Ishak saat kunjungan kerja sekaligus peresmian empat fasilitas kesehatan di kabupaten paling bungsu di Bumi Benua Etam, Kamis (3/5). 

Dia menyebutkan pada periode pertama (2009-2013) kepemimpinan dirinya telah menetapkan program BKC bagi putra putri Kaltim setiap tahun 30 ribu orang berlanjut periode kedua (2013-2018) target 50 ribu orang. Menurut gubernur, saat ini banyak daerah pinggiran baik kawasan terluar, pedalaman,  terpencil dan perbatasan kekurangan tenaga medis seperti dokter, perawat maupun bidan.

Karenanya, perlu adanya dukungan penuh dari pemerintah untuk pengadaan dan ketersediaan tenaga para medis tersebut khususnya bantuan pembiayaan pendidikan. "Saya beri kesempatan bagi 60 pemuda Mahulu untuk mengikuti program pendidikan kedokteran bagi putra-putri terbaik daerah pedalaman dan perbatasan. Tapi janji setelah selesai wajib kembali mengabdi di daerahnya," katanya.

Awang menegaskan sejak awal dirinya memimpin Kaltim sudah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat baik papan, sandang dan pangan khususnya pendidikan dan kesehatan. Khususnya, pembangunan kesehatan harus sama pelayanan dan sarana prasarananya antara kota dengan kawasan pinggiran seperti wilayah pedalaman dan perbatasan.

Pendidikan dan kesehatan lanjutnya, pondasi dasar untuk membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan berdayasaing sehingga mampu mengelola sumber daya alam (SDA) yang berlimpah untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat. "Bagaimana kita bisa meningkatkan derajat kesehatan, taraf hidup dan kesejahteraan rakyat tanpa membangun SDM berkualitas dan berdayasaing. Sebab itu pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas saya selain infrastruktur dan pertanian," tegas Awang Faroek.

Dia menambahkan beasiswa merupakan kado terbaik dan fasilitas kesehatan baik Puskesmas 24 Jam maupun rumah sakit pratama (RSP) adalah kado terindah dirinya bagi masyarakat pedalaman, terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait