Kalimantan Timur
AFI : Sektor Kelautan dan Perikanan Masa Depan Kaltim

Gubernur Kunjungi SMKN Perikanan Berau

BERAU – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak kembali menegaskan bahwa masa depan perekonomian Kaltim terletak pada sektor pertanian dalam arti luas, termasuk  pengembangan potensi kelautan dan perikanan. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat berkunjung dan bertemu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 (SMK Perikanan dan Kelautan) di Desa Tanjung Batu Kecamatan Derawan Kabupaten Berau.

“Masa depan kita bukan pada migas (minyak dan gas bumi) maupun batu bara. Karena itu akan habis walaupun saat ini masih berlimpah. Masa depan Kaltim adalah sektor pertanian dalam arti luas, termasuk perikanan dan kelautan,” ujar Awang Faroek Ishak, Selasa (6/5).

Sektor migas dan batu bara lanjut Awang, merupakan sumber daya alam (SDA) yang tidak dapat diperbarui. Semakin banyak dieksploitasi, maka akan semakin cepat habis dan hanya menunggu waktu. Sebaliknya, sektor pertanian dalam arti luas yang didalamnya mencakup berbagai kegiatan terkait potensi sumber daya alam yang dapat diperbarui, baik subsector peternakan, pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perikanan dan kelautan, perkebunan serta kehutanan.

Jika kegiatan ini semakin digalakkan maka semakin besar hasil yang akan diperoleh masyarakat bahkan tidak akan pernah habis. Potensi dan  ketersediaan lahan untuk pembangunan dan pengembangan sektor pertanian dalam arti luas sangat terbuka dan tersedia luas.

Awang mengatakan sekarang ini adalah bagaimana pemerintah daerah mampu membangkitkan semangat serta memotivasi warga masyarakat untuk ikut berperan mengembangkan potensi pertanian yang ada di daerahnya. Potensi daerah untuk mendukung pembangunan dan pengembangan kegiatan sektor pertanian dalam arti luas sudah tersedia dan masing-masing wilayah memiliki keunggulan komparatif tersendiri.

Hanya saja ujarnya, bagaimana pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi melalui instansi teknis terkait mampu mengembangkan sumber daya manusia (SDM) agar daerah memiliki keunggulan kompetitif dengan potensi yang tersedia.

“Tidak perlu diragukan, Pemprov terus berupaya menyelaraskan kebijakan dalam pembangunan dan pengembangan sektor pertanian dalam arti sesuai dengan potensi di daerah dengan dukungan ketersediaan kredit usaha untuk permodalan melalui BPD Kaltim yang merupakan lembaga  keuangan milik daerah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu,  Awang terus memotivasi para siswa SMK Perikanan Berau agar bangga bersekolah di jurusan yang memang dibutuhkan Kaltim. Sehingga, kedepannya nanti potensi kelautan dan perikanan Kaltim dapat dikelola dengan maksimal dan berdaya saing tinggi.

“Kalian sudah benar bersekolah di sini, karena kami membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan dan berkualitas untuk mengelola SDA yang berlimpah namun belum terkelola secara maksimal,” jelas Awang Faroek.

Menurut dia, potensi perikanan dan kelautan harus terus dikembangkan sehingga membuka peluang kerja di masa mendatang. Misalnya, kegiatan usaha kelautan dan perikanan tangkap, budidaya dan keramba dengan pola modern.

Gubernur Awang Faroek menyampaikan kepada para siswa dan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Berau bahwa SMK Negeri 3 bidang studi Kelautan dan Perikanan akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Juni mendatang bersama beberapa proyek MP3EI di Kaltim.

Dalam kunjungan tersebut Gubernur Awang Faroek didampingi Bupati Berau H Makmur HAPK danWakil Bupati Berau H Ahmad Rivai. Tampak hadir Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim HM Aswin. (yans/sul/es/hmsprov)

////FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (dua dari kanan) bersama Bupati Berau Makmur HAPK (kanan) disambut sejumlah siswa SMK Negeri 3 Jurusan Perikanan dan Kelautan di Tanjung Batu.(masdiansyah/humasprov)

 

Berita Terkait