Kalimantan Timur
Agar Garuda Bisa Mendarat
SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta kepada Bupati Kutai Barat FX Yapan untuk segera memperpanjang landasan pacu Bandar Udara Melalan yang merupakan salah satu akses udara penting yang diperlukan oleh masyarakat Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu yang merupakan kawasan perbatasan. Bandar Udara Melalan Kutai Barat saat ini memiliki landasan pacu 950 meter dan lebar 23 meter. Tahun ini, Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan anggaran melalui APBN untuk pengembangan bandara di perbatasan itu. "Segera diperpanjang landasan pacu Bandara Melalan agar pesawat-pesawat berbadan lebar bisa turun di Kutai Barat," kata Awang Faroek saat memberikan arahan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat saat pengambilan dan pelantikan FX Yapan dan Edyanto Arkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat pada Selasa (19/2) di Lamin Etam Samarinda. Awang menyampaikan bahwa selain diperlukan oleh masyarakat Kutai Barat dan Mahakam Ulu, bandara ini juga diperlukan bagi para pelancong baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk datang ke Kutai Barat. "Sektor pariwisata Kutai Barat memiliki potensi yang sangat besar berupa keindahan alam seperti air terjun, danau, seni budaya maupun adat istiadat masyarakatnya yang sangat khas," katanya. Awang menambahkan, bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan jajaran direksi maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang ingin pesawatnya bisa mendarat di Kutai Barat. "Saya sudah ada komitmen dengan Direktur Garuda Indonesia agar pesawat Garuda bisa mendarat ke Kutai Barat. Tapi, dengan catatan landasannya harus segera diperpanjang. Karena itu, Saya minta untuk segera lakukan perpanjangan landasan pacu. Tidak usah di pindah bandaranya, perpanjang saja landasan pacunya," kata Awang. (rus/sul/humasprov
Berita Terkait