Kalimantan Timur
Awang: Stabilitas Kaltim Harus Tetap Terjaga

Polemik Penambahan Nama Bandara Balikpapan

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengimbau seluruh komponen masyarakat agar tetap memelihara keamanan dan kedamaian Kaltim di tengah polemik penambahan nama Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan menjadi ”Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan”.
“Stabilitas daerah ini harus tetap kita jaga dan jangan hanya karena masalah penambahan nama bandara di Balikpapan saja kemudian menimbulkan konflik,” kata Awang Faroek usai menerima puluhan perwakilan organisasi kemasyarakatan Kaltim di Ruang Tepian I Kantor Gubernur, Kamis (16/1).
Berbagai perwakilan organisasi kemasyarakatan di Kaltim itu menyampaikan aspirasi dukungan atas rencana penambahan nama Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan menjadi Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.  
Awang berharap agar masyarakat mempercayakan masalah penambahan nama bandara tersebut kepada pemerintah, sebab pengusulan nama bandara itu sudah sesuai prosedur dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim. Terkait usulan ini, Pemprov Kaltim bertugas untuk memfasilitasi keinginan dan usulan pihak Kesultanan Kutai Ing Martadipura melalui Sultan Aji Muhammad Salehuddin II untuk memberikan penambahan nama Sultan Aji Muhammad Sulaiman.  
Selain itu, saat ini mayoritas masyarakat Kaltim mendukung pengusulan penambahan nama Sultan Kutai ke-18 ke bandara di Balikpapan itu. Sehingga, atas dasar kondisi inilah maka Pemprov Kaltim tetap berkeyakinan untuk mempertahankan pengusulan nama tersebut.
“Saya anggap ini sudah final dan masyarakat tidak perlu lagi terlalu berlebihan menanggapi pengusulan penambahan nama Sultan Kutai ke-18 yang juga memiliki ketokohan dan jasa terhadap Balikpapan bahkan masyarakat Kaltim,” harap Awang Faroek.
Sementara itu Ketua Umum Sempekat Keroan Kutai Kukar Awang Yacoub Luthman mengharapkan agar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim, termasuk Panglima Daerah Militer VI Mulawarman dan Kapolda Kaltim menghentikan polemik masyarakat tersebut.
“Kami mengharap agar Gubernur, Pangdam dan Kapolda serta jajaran Pemkot Balikpapan membantu menghentikan provokasi-provokasi yang tidak beretika tersebut. Serahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk menyelesaikan penamaan bandara itu untuk kebaikan masyarakat dan daerah Kaltim,” ungkap Awang Yacoub didampingi Sekretaris Kesultanan Kutai Ing Martadipura HAMP Haryanto Bahroel.
Terhitung 16 paguyuban/organisasi kemasyarakatan Kaltim yang datang dan menyatakan dukungannya kepada Pemprov Kaltim atas penambahan nama bandara di Balikpapan menjadi Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Lembaga dan organisasi kemasyarakatan yang menyatakan dukungan penambahan nama Sultan Kutai itu antara lain Sempekat Keroan Kutai dan Laskar Pangeran Antasari Kalimantan serta Markas Pengurus Wilayah Laskar Kebangkitan Kutai Kaltim dan Satuan Tugas BPP Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBBKT).
Masih ada lagi Lembaga Adat Masyarakat Kampung Lempong dan Persatuan Gerakan Pemuda Buton serta Lembaga Budaya Adat Kutai Kaltim. Pemuda Pancasila Kutai Kartanegara serta Laskar Merah Bekumpai dan Kerukunan Warga Senyiur.
Ikatan Keluarga Jawa (IKJ) Kaltim dan Kutai Art serta Komando Pertahanan Adat Dayak Kaltim. Forum Pengawal Adat Asli Kalimantan Lembaga Pasak Pusaka Kaltim serta beberapa tokoh masyarakat Kutai. (yans/hmsprov)

//Foto: SESUAI PROSEDUR. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyalami para pengurus dan anggota paguyuban. (fajar/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait