Kalimantan Timur
Bandara APT Pranoto Resmi Beroperasi, Sejarah Baru Penerbangan Kaltim Dimulai

Gubernur Awang Faroek Ishak menandatangani prasasti peresmian Bandara APT Pranoto Samarinda. Gubernur pun menyapa para penumpang yang mendarat perdana. (SYAIFUL ANWAR/HUMASPROV)

SAMARINDA – Pasca penutupan Bandara Temindung Samarinda, Rabu (23/5), sejarah baru penerbangan Kaltim dimulai ditandai dengan soft opening pengoperasian Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Sungai Siring Samarinda, Kamis (24/5).

Bandara yang saat awal pendiriannya sering disebut dengan Bandara Samarinda Baru (BSB) ini telah melayani penerbangan regular, seperti yang biasa dilakukan di Bandara Temindung Samarinda. 

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan pemerintah tidak saja memindahkan Bandara Temindung tetapi telah membangun bandara baru yang lebih representatif dan bertaraf internasional.

“Bandara yang kita bangun ini sangat representatif. Akhirnya keinginan memiliki bandara bertaraf internasional terwujud di ibukota provinsi ini,” katanya.

Saat ini panjang runway (landasan pacu) 2.250 meter x 40 meter, dan masih akan dimaksimalkan hingga 3.000 meter dan ditarget mampu melayani 5 juta penumpang per tahunnya. 

Sehingga lanjut Awang, tidak salah kalau bandara baru ini akan menjadi urat nadi perekonomian Kaltim. Selain itu, kehadiran Bandara APT Pranoto akan memberikan multiflier effect terhadap pertumbuhan ekonomi Benua Etam karena menjadi akses dan pintu gerbang masuknya penumpang dan barang.

Walaupun diakui gubernur, bandara masih ada kekurangan fasilitas pendukung namun pelabuhan udara ini mampu menjadi penyempurna pendapatan daerah. Bandara APT Pranoto ujarnya, tidak saja menjadi pelengkap sarana transportasi Kota Tepian, tetapi juga insfrastruktur utama untuk membangkitkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dimana, di kawasan bandara ini bisa menampung pelaku usaha seperti UMKM yang didukung lembaga perbankan baik BPD Kaltimtara, BNI maupun BRI dan Bank Mandiri.

“Bandara ini harus dikelola secara profesional. Rute penerbangan dalam dan luar negeri akan kita atur secara bertahap. Tapi sementara kita prioritaskan regional Kalimantan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah 7 Balikpapan Kementerian Perhubungan Agus Subagyo mengemukakan Kemenhub sangat mendukung pengoperasian Bandara APT Pranoto Samarinda. 

“Ditjen Perhubungan Udara cukup intensif bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan inspeksi dan evaluasi sehingga diterbitkan Sertifikat Bandar Udara (SBU). Bandara ini bisa terus dikembangkan tidak terbatas, semakin besar dan maju,” ujar Agus Subagyo.

Soft opening ditandai dengan penandatanganan prasasti dirangkai penandatangan MoU antara Gubernur Kaltim dengan Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Selanjutnya, gubernur bersama kerabat Kesultanan Kutai melakukan tepung tawar dan penyambutan secara adat Kutai kepada para penumpang pesawat Xpressair dan Susi Air yang mendarat perdana di Bandara APT Pranoto.

Soft opening dihadiri Pj Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, Danrem 091 ASN Brigjen TNI Irham Waroihan, Pj  Walikota Samarinda H Zairin Zain dan Walikota Bontang Hj Neni Moernaeni.

Tampak pula anggota DPRRI/DPDRI dapil Kaltim serta anggota DPRD Kaltim, Kota Samarinda dan Bontang, pembina Forum Kebangsaan Kaltim HM Jos Soetomo, Kajati Kaltim Ely Shahputra, pimpinan instansi vertikal dan asisten, staf/tenaga ahli serta pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Kaltim. (yans/sul/adv)

 

Berita Terkait