Kalimantan Timur
Bangun Pembangkit Listrik Melalui Program PLN dan Kerjasama Swasta

Penuhi Kebutuhan Listrik Kaltim


SAMARINDA– Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan pembangunan sektor ketenagalistrikan di Kaltim terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, diakui hal tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap energi listrik.
Pemprov terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kaltim. Seluruh upaya dilakukan, baik melalui program RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) milik PT PLN maupun bekerjasama dengan pihak swasta/perusahaan yang beroperasi di Kaltim.
 “Rasio Eletrifikasi (RE) di Kaltim masih pada kisaran 65,72 persen. Itu artinya masih ada sekitar 34 persen masyarakat Kaltim yang belum terpenuhi kebutuhan listriknya. Melalui program kerjasama dengan swasta dan ditambah dengan program pemerintah, saya harap 2013 ini RE Kaltim menjadi diatas 90 persen, sehingga seluruh masyarakat Kaltim dapat menikmati listrik,” kata Gubernur Awang Faroek di Samarinda, belum lama ini.
Dijelaskan, kondisi di Kaltim pada 2009, daya terpasang sebesar 561,34 Mega Watt (MW), daya mampu (402,43 MW), beban puncak (448,8 MW), jaringan tegangan menengah (4.567,48 kms (kilometer sirkuit) dan jaringan tegangan rendah (5.432,28 kms).
Sedangkan pada 2012, terjadi peningkatan untuk daya terpasang sebesar 665,73 MW, daya mampu (494,50 MW), puncak beban (464,34 MW), jaringan tegangan menengah (4.751,31 kms) dan untuk jaringan tegangan rendah terjadi penurunan, yakni sebesar 4.976,67 kms.
Selain itu, hingga 2012, Pemprov juga telah membangun sembilan unit pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), 12 unit pembangkit listrik tenaga biogas dan 24.798 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang tersebar di 512 desa se Kaltim.
Ditambahkan, Pemprov melakukan berbagai upaya dalam mengatasi permasalahan kelistrikan di Kaltim, diantaranya pembangunan PLTU 2x110 MW di Kariangau-Balikpapan, yang bekerjasama dengan PT PLN. Proyek tersebut telah di ground breaking pada 25 Maret 2011, dan hingga 2012 progress pembangunan mencapai 55,92 persen.
Selanjutnya, pembangunan PLTU Gunung Bayan 2x15 MW di lokasi yang sama, yaitu Kariangau-Balikpapan. Pembangunan PLTU ini merupakan hasil kerjasama PT Gunung Bayan dengan Perusda Balikpapan yang dimulai sejak awal 2012. Sedangkan progress hingga akhir 2012 mencapai 70 persen.
Kemudian, pembangunan PLTG Peaking Tanjung Batu PT PLN 2 x 50 MW, yang progresnya pada akhir 2012 sebesar 84,34 persen. PLTG Senipah 2 x 41 MW yang telah di ground breaking pada 21 November 2011, progress hingga akhir 2012 mencapai 85 persen. PLTU Cahaya Fajar Kalimantan Timur (CFK) 1 x 50 MW, progress pembangunan 2012 mencapai 30 persen. PLTU Bakrie Power  2 x 100 MW di Sangatta-Kutai Timur.
Proyek-proyek tersebut, lanjut dia, belum termasuk rencana pembangunan power plant mulut tambang di Muara Wahau-Kutai Timur, yang akan menghasilkan 1.400 MW Listrik. Dimana 1.250 MW digunakan untuk Smelter, dan sisanya untuk masyarakat setempat. Dengan rencana pembangunan 6x120 MW (tahap I) dan 4x120 MW (tahap II).
“Jika pembangunan proyek-proyek tersebut berjalan dengan lancar, maka bukan tidak mungkin kekurangan pasokan listrik di Kaltim akan segera terpenuhi. Untuk itu, kita minta dukungan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mendorong percepatan penyelesaian pembangunan pembangkit listrik di seluruh Kaltim,” harapnya. (her/hmsprov).

//Foto: Perkembangan pembangunan pembangkit listrik di Kawasan Indutri Kariangau, Balikpapan yang merupakan salah satu upaya Pemprov untuk segera memenuhi kebutuhan listrik di Kaltim. (heru/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait