Kalimantan Timur
Bangun Perbatasan Harus Saling Bersinergi

SAMARINDA– Pembangunan kawasan perbatasan menjadi salah satu program prioritas Pemprov Kaltim. Dalam pelaksanaannya, ditemui berbagai macam permasalahan yang komplek dan beragam. Untuk itu, Pemprov melalui Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) terus berupaya melakukan sinergi dengan instansi lain dan seluruh pemangku kepentingan guna melakukan percepatan pembangunan kawasan perbatasan.

Kepala BPPD Kaltim, Frederik Bid  mengatakan  sesuai instruksi Gubernur Awang Faroek Ishak, setiap SKPD lingkup Pemprov Kaltim agar mengalokasikan anggaran pembangunan kawasan perbatasan dalam berbagai program yang direncanakan.

"Semua pihak harus terlibat dalam pembangunan kawasan perbatasan yang menjadi beranda NKRI. Mulai dari pemerintah pusat melalui instansi teknisnya yang ada di daerah, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten, dunia usaha dan lainnya. Semua harus jelas pembagian tugasnya. Sehingga pelaksanaannya harus saling bersinergi," Fredirik Bid belum lama ini.

Selain pembangunan bidang fisik (infrastruktur)  jalan dan jembatan, telekomonikasi bidang pendidikan dan kesehatan serta sektor lainnya terus ditingkatkan, yang menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim adalah bagaimana meningkatkan kapasitas dan kreativitas usaha masyarakat.

Untuk itu, lanjutnya  Frederik dalam upaya mewujudkan hal itu, BPPD Kaltim berkolaborasi dengan sejumlah SKPD lingkup Pemprov Kaltim telah menggelar  berbagai pelatihan wirausaha dan UMKM di  beberapa daerah termasuk  masyarakat Pulau Maratua sebagai salah satu pulau terluar Indonesia yang ada di Kaltim.

Masyarakat wajib diberikan pelatiahan-pelatihan sebagai uapaya dalam peningkatan taraf kehidupan, baik itu kepara para nelayan maupun para petani yang ada di daerah. Serta  fokus memberikan sosialisasi, motivasi sekaligus menyerahkan bantuan peratalan untuk pengembangan potensi  berbagai usaha.

"Ini merupakan tanggung jawab kita untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat kawasan perbatasan, guna meningkatkan kapasitas dan kreativitas yang dibutuhkan untuk membuka peluang usaha bagi mereka," tambahnya.(mar/humasprov

Berita Terkait