Kalimantan Timur
Bidang Kesehatan Penting untuk Peningkatan SDM

Wisuda 95 Mahasiswa  Akper Dirgahayu Samarinda 

 

SAMARINDA - Pembangunan bidang kesehatan sangat  penting sebagai sarana  dalam peningkatan  produktivitas serta  prasyarat utama dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas agar masyarakat Kaltim dapat tampil menjadi insan yang handal dan mandiri serta mampu bertahan di tengah persaingan global.

Demikian disampaikan Staf Ahli  Gubernur Kaltim Bidang Kesra dan Pembangunan Masyarakat dan Pencapaian MDGs Ir Halda Arsyad pada acara sidang terbuka Akademi Keperawatan (Akper) Dirgahayu dan  Wisuda dan Pelantikan  95 Mahasiswa  Diploma III Keperawatan Angkatan XIII Tahun 2014-2015 di Hotel Swiss Bell Borneo Samarinda, Selasa (25/8).   

Halda Arsyad mengatakan, dalam menyikapi berbagai perubahan dan perkembangan khususnya pada sektor pembangunan kesehatan, dengan visi pembangunan kesehatan Pemprov Kaltim berupaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat terbaik di luar Jawa dan Bali.

"Masyarakat kita sangat memerlukan fasilitas dan layanan kesehatan yang memadai. Dan layanan terdekat dengan masyarakat itu salah satunya adalah pusat kesehatan masyarakat. Pemprov Kaltim akan membangun lebih banyak lagi Puskesmas Plus dengan layanan rawat inap 24 jam disertai dokter spesialis," paparnya.

Halda mengatakan, kendala dan tantangan mewujudkan Puskesmas Plus itu memang tidak kecil, karena hingga saat ini Kaltim masih kekurangan dokter dan tenaga paramedis seperti perawat yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. 

"Lulusan Akper Dirgahayu Samarinda ini diharapkan bisa menjadi tambahan tenaga perawat baru untuk membantu mengatasi permasalahan bidang kesehatan di daerah ini" kata Halda.

Menurut dia, tantangan tenaga keperawatan di saat sekarang maupun di masa akan datang tidak mudah, apalagi tuntutan masyarakat dewasa ini semakin meningkat. Karena itu, ilmu yang didapat selama belajar di bangku kuliah saja belum cukup untuk berhasil menjadi perawat yang handal.

"Maka seorang perawat yang merupakan mitra terdekat para dokter dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat harus berupaya meningkatkan kemampuan pribadinya dengan kualitas yang lebih baik," tandasnya.

Selain itu, kata Halda,  seorang perawat harus memiliki wawasan pengetahuan yang luas, keterampilan yang memadai dan mampu memberikan pelayanan secara profesional yang didasari oleh semangat pengabdian, tulus dan ikhlas yang semata-mata demi kemanusiaan.

"Jati diri seorang perawat jangan sampai diabaikan, karena jika hal tersebut tidak mendapat perhatian, maka bukan mustahil masyarakat akan kecewa. Mereka akhirnya akan beralih ke pihak lain yang dapat memberikan layanan lebih, cepat, tepat  seperti yang mereka harapkan," kata Halda. (mar/sul/hmsprov)

Berita Terkait