Kalimantan Timur
BKOW Dukung Otsus Kaltim

BKOW Dukung Otsus Kaltim

 

SAMARINDA – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kaltim yang beranggotakan puluhan organisasi wanita di Kaltim secara tegas menyatakan dukungan terhadap tuntutan rakyat untuk mendapatkan status Kaltim sebagai daerah otonomi khusus.

Penegasan itu disampaikan Ketua BKOW Kaltim Hj Astuty Tommy pada pelatihan keorganisasian bagi 46 organisasi wanita anggota BKOW Kaltim di Aula BKOW Kaltim, Kamis (15/1).

Menurut dia, otonomi khusus (otsus) yang dituntut masyarakat Kaltim dan difasilitasi Pemerintah Provinsi Kaltim ini sangat wajar dan perlu mendapatkan  perhatian pemerintah pusat demi terwujud pembangunan yang adil dan merata bagi ketahanan NKRI.

“Kami sebagai organisasi besar yang menaungi tidak kurang 46 organisasi wanita di Kaltim secara tegas mendukung otsus di Kaltim. Kita ingin Kaltim ini bisa tumbuh dan maju berkembang, sama halnya daerah lain seperti Jawa,” kata Astuty Tommy.

Dia mengemukakan Kaltim ini telah memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia. Sebab, selama ini kekayaan sumber daya alam diambil dan digunakan untuk membiayai pembangunan nasional.

Namun lanjutnya, dana yang dikembalikan ke Kaltim sebagai daerah penghasil sangat sedikit bahkan sangat tidak berimbang dengan devisa yang dihasilkan. Karenanya, melalui tuntuan otsus ini diharapkan mampu menjadikan Kaltim sebagai daerah yang lebih maju terkait pemberdayaan perempuan di daerah.

Sementara itu, menyinggung pelaksanaan pelatihan keorganisasian bagi organisasi anggota BKOW Kaltim tidak lain adalah untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan anggota akan organisasi serta tujuan yang ingin dicapai dalam pembentukan organisasi tersebut.

“Pelatihan yang kita gelar ini tidak lain untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pengurus organisasi anggota agar mampu berperan maksimal dalam organisasi sehingga nantinya mampu berperan aktif dalam pembangunan,” ungkap Astuty.

Dia menambahkan, berbagai program dan kegiatan organisasi telah disusun demi peningkatan kemampuan dan kualitas kaum perempuan untuk berkiprah dalam pembangunan dan memajukan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin keberadaan organisasi ini mampu memberikan makna yang lebih besar dalam pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup perempuan guna menyukseskan pembangunan daerah dalam kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak,” pungkas Astuty Tommy. (yans/sul/hmsprov) 

Berita Terkait