Kalimantan Timur
BPBD Harus Bersinergi dengan Masyarakat

Percepat Pelayanan Penanggulangan Bencana

SAMARINDA- Asisten Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Bere Ali mengatakan,  bencana banjir yang  melanda beberapa wilayah Kaltim tidak bisa diprediksi  kapan akan terjadi, karena itu perlu adanya upaya  kerja bersama, antara  pemerintah dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat untuk membantu korban bencana.

"Oleh karen itu, ada beberapa instrumen yang menjadi perhatian  pemprov maupun kabupaten/kota terutama adanya kelembagaan yang merupakan suatu wujud perhatian dan kepedulian pemerintah untuk mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam penanggulangan bencana, termasuk bencana banjir, kebakaran maupun tanah longsor yang selama ini sering terjadi di daerah kita," kata  Bere Ali ketika dikonfirmasi berkenaan dengan bencana banjir yang melanda beberapa wilayah Kaltim, di Kantor Gubernur Kaltim. Rabu (25/2).

Bere Ali juga mengimbau kepada daerah yang belum memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera membentuknya, hal ini sangat penting  untuk melakukan koordinasi apabila suatu daerah terkena bencana, apakah itu bencana banjir, kebakaran maupun tanah longsor maupun musibah lainnya.

"Selain itu, yang tidak kalah penting adalah melengkapi sarana dan prasarana penanggulangan bencana, serta meningkatkan kewaspadaan  masyarakat  dalam penanggulangan bencana  secara dini," ujarnya.

Menurut Bere Ali, ada tiga hal yang harus dilakukan dalam penanggulangan bencana adalah yang pertama kesiap siagaan, yang terdiri kesiap siagaan institusi, SDM, sarana dan prasarana serta kesiap siagaan logistik, termasuk kesiap siagaan prosedur penanggulangan bencana.

"Oleh karena itu, dengan memiliki kesiap siagaan pada saat penanggulangan bencana, penanganannya akan cepat turun sesuai dengan prosedur, artinya siapa mengerjakan apa, dan kecepatan  untuk melakukan tanggap darurat ditentukan oleh kesiap siagaan," ujar Bere Ali

Dengan demikian lanjut Bere Ali, semua harus turun, mulai dari unsur  kesehatan, unsur TNI/Polri, Dapur umum, maupun dari logsitik, unsur hunian dan sebagainya, terutama  penyelematan jiwa manusia yang merupakan faktor penting yang harus diatasi dengan cepat dan tepat.

"Setelah itu, baru dilakukan tahap rehabilitasi, dan rehabilitasi ini sangat penting karena setiap bencana secara bertahap terus harus dilakukan pemulihan, baik fisik maupun fisikis, seperti bangunan-bangunan yang rusak harus segera diperbaiki," kata Bere Ali.

Dikatakan pula, penataan ulang pemukiman pasca kebakaran sangat penting. Begitu pula dengan tata ruang sangat penting, khususnya kesadaran dari masyarakat untuk mau menyiapkan lingkungannya masing-masing. Kalau terjadi kebakaran di daerah-daerah kumuh yang sangat padat penduduk, dengan akses yang sangat sempit,  tetapi masyarakat mau melakukan penataan rumah yang bagus dengan akses jalan yang memadai, maka sangat memungkinkan akses masuknya pemadam kebakaran, dan pemadaman api bisa dilakukan secera cepat dan tidak menjalar ke rumah-rumah lainnya.

"Oleh karena itu pada tahap rehabilitasi, diharapkan masyarakat mau membuka akses jalan yang lebih memadai dari sebelumnya, sehingga apabila terjadi suatu bencana penanganannya cepat dilakukan," ujar Bere Ali. (mar/hmsprov)

Berita Terkait