Kalimantan Timur
BPBD Kirim 8 Dokter Bedah ke Lombok

Frederik Bid

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Provinsi Kaltim  mengirimkan 8 orang dokter bedah untuk membantu penanganan korban gempa bumi yang terjadi di Lombok (Nusa Tenggara Barat). 

Kepala BPBD Kaltim Frederik Bid mengatakan musibah gemba bumi yang terjadi di Lombok pada awal bulan Agustus lalu, tentu menimbulkan keperihatinan yang mendalam, karena mengakibatkan ratusan korban jiwa dan ribuan luka-luka. Oleh karena itu, BPBD Kaltim telah mengirimkan 8 orang dokter bedah ke NTB untuk membantu penanganan korban yang luka-luka maupun korban yang patah tulang yang memerlukan penanganan dokter bedah. 

"Pasca gempa bumi, tentu banyak korban luka-luka yang memerlukan bantuan penanganan dokter, khususnya dokter bedah. Kita sudah mengirim 8 dokter bedah beserta obatan-obatan untuk membantu korban gempa bumi di Lombok," kata Frederik Bid di Pendopo Lamin Etam, Rabu (15/8).    

Frederik menambahkan, selain mengirim 8 dokter bedah, BPBD Kaltim juga telah mengirimkan tim relawan (tim rescue) yang sudah terbentuk untuk membantu para  korban di Lombok. "Bantuan dokter bedah maupun tim relawan yang dikirim ke Lombok kita harapkan dapat mempercepat penanganan korban gempa bumi Lombok," ujarnya.

Fredirik juga memberikan apresiasi kepada  BPPD kabupaten/kota yang juga mengirimkan tim relawan mereka  ke Lombok, termasuk melakukan donasi untuk membantu korban gempa bumi di Lombok. Begitu juga partisipasi para  wartawan pedulli bencana yang berinisiasi mengumpulkan dana untuk membantu para korban di Lombok.

"Untuk membantu para korban gempa bumi di Lombok, kita telah melakukan rapat koordinasi untuk membentuk forum relawan yang nantinya bisa mencari donasi-donasi untuk membantu  meringankan beban para korban di Lombok," kata Frederik Bid. (mar/sul/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Komisi IX DPR Apresiasi Kaltim
Komisi IX DPR Apresiasi Kaltim

03 November 2016 Jam 00:00:00
Kesehatan

LENSA KALTIM
LENSA KALTIM

11 Februari 2014 Jam 00:00:00
Kesehatan