Kalimantan Timur
BPP Menjadi Posko Percepatan Produksi Beras Kaltim

SAMARINDA – Mulai tahun ini Pemprov Kaltim melalui Badan ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) akan mengoptimalkan peran dan keberadaan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di setiap kecamatan menjadi Posko pengembangan dan percepatan produksi beras.

“Kita akan memberdayakan BPP yang ada di setiap kecamatan untuk dijadikan posko pengembangan percepatan produksi beras. Langkah awal yang dilakukan dengan mengidentifikasi seluruh penyuluh dan kelompok tani di wilayah tersebut,” kata Kepala BKPP Kaltim H Fuad Asadin pada Pelatihan Dasar bagi Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Kutai Barat di UPTB Bapeltan Sempaja Samarinda, Senin (24/6).

Menurut dia, di Kaltim telah ditetapkan 50 kecamatan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota sebagai sentra produksi tanaman pangan. Tentunya, pembentukan Posko itu sejalan dengan pemberdayaan penyuluh dan petani di masing-masing daerah.

Hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan swasembada dan swasembada berkelanjutan di Kaltim. Terutama, tersedianya lembaga sebagai wadah yang menaungi kegiatan-kegiatan pertanian di setiap kecamatan bahkan desa.

“Diharapkan, melalui program dan gerakan nyata ini akan mampu meningkatkan kinerja pelaku usaha dan pelaku utama termasuk tenaga pendamping dalam mewujudkan swasembada berkelanjutan di Kaltim,” harap Fuad.

Ditambahkan, dari 150 kecamatan di Kaltim baru 92 yang memiliki BPP dengan kondisi bangunan atau fasilitas tidak terpelihara padahal sudah memiliki tenaga penyuluh.  Sedangkan penyuluh sebagai tenaga pendampingan hingga saat ini masih kurang jumlahnya dibandingkan desa yang wajib dibina.

Sementara itu Kepala UPTB Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Sempaja Samarinda Hj Noor Hartati mengemukakan dalam mencukupi jumlah maupun keterampilan dan pengetahuan tenaga penyuluh maka kabupaten/kota telah melakukan kerjasama dengan UPTB Bapeltan.

“Kita akui jumlah penyuluh selaku tenaga yang melakukan pendampingan bagi petani masih sangat kurang baik sisi kuantitas maupun kualitas. Namun, untuk menambah jumlah merupakan kewenangan daerah setempat, sedangkan meningkatkan serta menambah wawasan dan keterampilannya maka UPTB Bapeltan siap untuk selalu bekerjasama,” ujar Noor Hartati.

Pelatihan Dasar bagi Tenaga Kerja Kontrak Daerah Kabupaten  Kutai Barat merupakan kerjasama Kantor Penyuluh Pertanian Kutai Barat dengan UPTB Bapeltan Sempaja Samarinda yang diikuti 50 penyuluh dan dilaksanakan sejak 23-29 Juni. (yans/hmsprov).

Foto : Kaltim terus menggenjot hasil panen gabah untuk meningkatkan produksi beras guna mencapai swasembada beras 2014.(dok/humasprov kaltim)

Berita Terkait