Kalimantan Timur
BPPD Kaltim Siap Gandeng Swasta untuk Bangun Perbatasan

 

SAMARINDA - Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltim siap menggandeng sejumlah pihak untuk bersama-sama membangun kawasan perbatasan yang hingga kini dirasakan belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah.

"Pada 2017, kita akan berusaha mendorong sejumlah pihak dari berbagai sektor untuk bersama-sama membantu percepatan pembangunan kawasan perbatasan. Kita ingin ada percepatan pembangunan di kawasan tersebut," kata Kepala BPPD Kaltim Frederik Bid, di
Samarinda, Rabu (7/12).

Berbagai sektor tersebut diantaranya terkait pendidikan, kesehatan, industri, infrastruktur, pariwisata, transportasi dan perekonomian serta sektor terkait lainnya dalam membangun kawasan perbatasan terutama di perbatasan darat yakni Kabupaten Mahakam Ulu.

"Masalaha jalan perlu segera ditingkatkan agar tidak selalu mengandalkan transportasi sungai. Belum lagi permasalahan pendidikan dan kesehatan yang masih minim SDM nya," katanya.

Masalah kesehatan, kata Frederik, BPPD Kaltim berencana berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim. Pasalnya, untuk kabupaten Mahulu masih kekurangan dokter.

"Saat ini, kita mengandalkan program nusantara sehat dari kementerian Kesehatan yang membantu dalam penempatan tenaga kesehatan di kawasan perbatasan," katanya.

Lebih lanjut, Frederik menambahkan bahwa BPPD Kaltim selama ini telah berupaya mendorong sejumlah pihak dari pemerintah termasuk pihak swasta untuk bersama-sama dengan pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan di perbatasan.

"Membangun sebuah daerah seperti di perbatasan harus menggandeng pihak swasta agar kawasan perbatasan bisa maju dengan cepat. yang jelas, percepatan pembangunan wilayah perbatasan harus dapat terwujud demi kesejahteraan masyarakatnya," katanya. (rus/sul/es/humasprov)

Berita Terkait