Kalimantan Timur
Dapat Jatah Rp150 Miliar Dana Bergulir LPDB

BALIKPAPAN - Tahun ini Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) akan menyiapkan alokasi dana bergulir kepada koperasi dan pelaku usaha kecil dan menengah di Kaltim Rp150 miliar. Peluang ini harus dimanfaatkan, disertai komitmen kuat pengembalian angsuran sehingga manfaat program ini juga dapat dinikmati koperasi-koperasi lainnya.  
"Manfaatkan peluang pembiayaan ini untuk meningkatkkan kemampuan koperasi dan para pelaku usaha. Pemerintah sudah menyiapkan dananya, sekarang tinggal komitmen pengelola koperasi dan usaha kecil untuk menangkap peluang pembiayaan ini dengan baik," kata Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy saat membuka Temu Mitra Regional LPDB-KUMKM di Balikpapan, Kamis (18/4).
Program ini lanjut Farid, selaras dengan komitmen kuat Gubernur Awang Faroek  untuk terus membangkitkan koperasi dan menggairahkan semangat berwirausaha di tengah masyarakat Kaltim. Saat ini sudah terdapat tujuh kabupaten dan kota penggerak koperasi dan diperlukan setidaknya satu kabupaten atau kota lagi untuk mendorong tercapainya Kaltim sebagai provinsi koperasi di Indonesia.
Farid menambahkan, wirausahawan (entrepreneur) adalah sosok yang kreatif, inovatif dan aktif dan berkarya demi kemajuan hidup. Wirausahawan yang baik adalah mereka yang mampu menghubungkan kreatifitas, modal dan pekerja dengan pasar (konsumen).
"Program dana bergulir ini sangat tepat untuk mendukung kemajuan pengembangan kewirausahaan yang pada akhirnya akan membuka kesempatan kerja, mengurangi pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan," tegas Farid.
Program ini diyakininya juga akan mendorong semangat masyarakat untuk berwirausaha. Mengubah pola pikir yang selalu sebagai pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Keinginan menjadi pegawai, dosen, guru dan pekerjaan lainnya, pasti terbatas jumlahnya. Sedangkan menjadi wirausahawan, jumlahnya tidak  pernah ada batasnya.
"Karena itu, mengapa tidak kita ciptakan lapangan kerja baru yang lebih pasti dan lebih luas," ajak Farid.
Selain itu,  Pemprov Kaltim juga telah menyiapkan lembaga penjamin kredit yakni PT. Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) dengan modal awal Rp500 miliar. Lembaga ini akan segera beroperasi dan masyarakat dapat segera memanfaatkannya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi, Meliadi Sembiring mengungkapkan, secara nasional LPDB-KUMKM akan mengucurkan Rp1,9 triliun dengan dominasi pengalokasiannya di pulau Jawa. Sedangkan Kaltim mendapat alokasi lumayan besar yakni Rp150 miliar.
"Pertumbuhan koperasi di Kaltim sangat tinggi. Sayang penyerapan dana bergulirnya masih kurang. Alokasi yang kami berikan sesungguhnya masih sangat kecil, tapi kalau ini juga tidak terserap, maka kami akan mengalokasikannya kepada provinsi yang lain," kata Meliadi.
 Dia menjelaskan, hingga saat ini, LPDB telah menyalurkan Rp3,3 triliun untuk sekitar 3.000 koperasi dan pelaku UKM. Kabar gembira, karena tahun depan Kementerian Keuangan sudah menyetujui penambahan dana bergulir yang akan disalurkan sebesar Rp4 triliun.
"Sampai hari ini, LPDB masih menjadi yang terbaik dalam penilaian Kementerian Keuangan untuk lembaga pengelola dana bergulir. Kredit macet (non performing loan/NPL) masih dibawah satu persen, sekitar 0,1 hingga 0,5 persen," kata Meliadi.
Temu Mitra Regional ini diikuti para pejabat koperasi dan 440 pelaku UKM dari 22 provinsi di Indonesia. Rencananya, hari ini para peserta dari berbagai provinsi itu juga akan melakukan kunjungan ke sejumlah pasar di Kota Balikpapan. (sul/hmsprov)

Foto: Wagub Kaltim Farid Wadjdy memukul gong sebagai tanda dimulainya Temu Mitra Regional Kaltim  LPDB-KUMKM. (samsul/humasprov kaltim)

Berita Terkait