Kalimantan Timur
Direct Call Perlu Dukungan Semua Pihak

1Rapat pembahasan operasionalisasi Direct Call. (umar/humasprov kaltim). 2. Pelabuhan Kariangau Balikpapan. Tol Laut dengan Direct Call. (samsul/humasprov kaltim).

 

Direct Call Perlu Dukungan Semua Pihak 

 

SAMARINDA-Pelabuhan Peti Kemas Kariangau Balikpapan sudah bisa digunakan untuk ekspor langsung tanpa harus melalui Jakarta atau Surabaya ataupun  langsung  ke Asia Timur dengan  Direct Call  (pengapalan langsung ke luar negeri) dari Kaltim.

 

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim  H Nazrin  mengatakan, untuk merealisasikan program  direct call tersebut, diperlukan dukungan seluruh stakeholders, baik bea cukai, pemerintah kabupaten/kota se Kaltim dan asosiasi ekspor dan import di Kaltim. 

 

Dikatakan, penerapan direct call di pelabuhan peti kemas Kariangau dikelola oleh dua perusahaan patungan antara Pelindo IV dan Perusda Melati Bhakti Sakti, dan pelabuhan tersebut telah dilengkapi sertifikat ISPS Code (The International Ship and Port Fasility Security), Selain itu, juga telah memiliki sertifikat Statement of Complance  of a Port  Fasility dari Dirjen perhubungan laut dengan nomor 02-0337-DV.

 

"ISPS Code adalah stnadar internasional yang mengatur secara menyeluruh terhadap keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan, setiap pelabuhan yang akan melakukan direct call harus memiliki sertifakat tersebut," kata Nazrin usai memimpin rapat kordinasi dalam rangka pelaksanaan program direct call di Kaltim, beberapa hari lalu.  

 

Dikatakan  Pemprov Kaltim tidak ragu lagi untuk dapat melakukan ekspor langsung, karena sarana dan prasarana direct call melalui petei kemas Karaingau sangat memadai, termasuk kedalaman alur pelabuhan mencapai 14 meter  saat  air surut, sehingga bisa disinggahi kepal-kapal besar berbendera asing.

 

Selain itu, lanjut Nazrin kesiapan pelabuhan Kariangau didukung  dengan peralatan dan fasilitas bertaraf internasional diantaranya 2 unit continer crene, 7 unit rubber trade gantri, 1 unit reach steaker, 2 unit forklift berkapasitas 7 ton,  dan 2 unit berkapasitas 3 ton, 10 terminal tractor chasis 40 feet, reefer plug berjumlah 28 plug dan container freight statios.  

 

"Direct call dapat memangkas waktu pengiriman barang 25 persen,  dari sebelumnya yang memakan wakti selama kurang lebih 20 hari perjalanan, oleh karena itu, dengan direct call yang bekerjasama dengan PT SITC container Lines co juga dapat memangkas biaya sebesar 50 persen bila dibandingkan  biaya sebelumnya,"ujarnya. 

 

Melalui direct call diharapkan tarif, waktu dan pertumbuhan ekonmi daerah dapat berkembang lebih cepat, sebagai contoh ekspor ke Tiongkak yang selama ini memakan waktu hingga 41 hari, setelah direct call perjalanan bisa dipangkas menjadi 14 hari saja.

 

"Demikian pula cost ekspor yang semula memakan biaya US$ 2.000, dapat dipangkas menjadi  US$ 250. Sehingga harga-harga barang impor bisa ditekan lebih murah, demikian pula ekspor bisa lebih cepat dan murah dan itu bisa menjadi peluang usaha  dan lapangan pekerjaan di daerah," kata Nazrin.(mar/sul/ri/humasprov)    

 

Berita Terkait
Government Public Relation