Kalimantan Timur
Gubernur : Angka Statistik Tentukan Perencanaan Pembangunan Daerah

Konreg PDRB se-Kalimantan

BALIKPAPAN-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan, perencanaan pembangunan daerah haruslah disusun dengan dasar data statistik yang jelas sesuai kondisi data di lapangan, sehingga perencanaan pembangunan mampu dikemas secara baik dan akurat.  

“Angka statistik itu sangat menentukan sukses perencanaan pembangunan. Hal ini penting agar arah pembangunan daerah dapat disusun secara terarah dan terencana baik demi sukses peningkatan kesejahteraan rakyat," kata Awang Faroek Ishak usai membuka Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) se-Kalimantan di Balikpapan, Senin malam (16/6).

Bagi Pemprov Kaltim, gubernur berharap agar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  dapat terus melakukan kerjasama dan sinergi dengan Badan Penelitian Statistik (BPS) se- Kalimantan, sehingga menghasilkan perencanaan yang baik untuk mendukung pelaksanaan pembangunan  di daerah masing-masing.  

Data-data BPS akan memperkuat analisis yang akurat dalam menentukan perencanaan pembangunan. Apalagi Kalimantan, juga menjadi sasaran program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), selain Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua dan Maluku.

“Tentu saja sebagai salah satu koridor pembangunan ekonomi nasional,  saya menginginkan, pemerintah daerah di Pulau Kalimantan bisa secara konsisten duduk bersama merencanakan pembangunan khususnya terkait upaya menjadikan Kalimantan  sebagai lumbung energi nasional,"  harap Awang. 

Saat ini, lanjut Awang, Kalimantan memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif yang tidak dimiliki daerah lain. Oleh karena itu, keunggulan ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Kalimantan dan Indonesia pada umumnya. 

Keberhasilan pembangunan di Kalimantan ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola dan memanfaatkan keunggulan komperatif dan kompetitif yang dimiliki, terutama memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang terhampar luas di sini.

Selain itu, harus terus dipacu peningkatan daya saing dengan mengoptimalkan posisi geostrategis Pulau Kalimantan dan secara serius mengantisipasi perubahan lingkungan strategis global maupun regional yang saat ini sedang terjadi di dunia.

“Globalisasi merupakan satu dari tiga arus utama perubahan yang saat ini menjadi permasalahan masyarakat dunia selain demokratisasi dan desentralisasi,” beber Awang.

Membangun Kalimantan tentu tidak mudah, sebab tantangan akan selalu datang dari dalam dan dari luar. Apalagi, beberapa saat lagi, Indonesia akan memasuki era ASEAN Economic  Community 2015 yang mengintegrasikan perekonomian negara-negara ASEAN

Era baru ini akan membuat kawasan ASEAN (Asia Tenggara)  menjadi pasar terbuka yang berbasis produksi, di mana aliran barang, jasa dan investasi akan bergerak bebas. 

“Provinsi di Kalimantan harus mengambil kesempatan dan berperan aktif serta mempersiapkan diri menghadapi integrasi perekonomian dengan meningkatkan potensi pasar domestik dan mendorong daya saing, serta nilai tambah dari masing-masing Provinsi di Kalimantan dalam konteks pergerakan ekonomi nasional dan internasional,” pungkas Awang. (jay/sul/hmsprov)

 

////FOTO :   Gubernur Awang Faroek Ishak di arena Konreg PDRB se-Kalimantan. (jaya/humasprov)

 

Berita Terkait