Kalimantan Timur
Gubernur : Perusda Harus Gandeng Swasta

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan agar Perusahaan Daerah (Perusda) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang saat ini telah dilakukan revitalisasi hendaknya mampu menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk meningkatkan kinerja serta memanfaatkan peluang usaha di daerah.

Menurut Awang,  potensi dan keunggulan yang dimiliki Kaltim yang tersebar di 14 kabupaten dan kota memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif. Sehingga, membuka peluang yang besar bagi perusda untuk dapat mengelolannya dengan melibatkan pihak swasta.

“Peluang dan kesempatan harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin khususnya perusda mampu menggandeng pihak swasta dalam bentuk kerjasama patungan atau penyertaan seperti kerjasama operasional (KSO) maupun BOT (built, operate, transfer/bangun, kelola, serah),” ujar Awang Faroek Ishak pada pelantikan Pengambilan sumpah/janji Anggota Dewan Pengawas, Direksi, Ketua dan Anggota Badan Pengawas BUMD Pemprov Kaltim di Pendopo Lamin Etam, Senin (1/4).

Sehingga lanjutnya, BUMD sebagai perusda milik pemda akan menjadi pemegang saham mayoritas sedangkan swasta hanya kerjasama. Sama halnya seperti yang dilakukan di berbagai negara, misalnya Qatar dan Doha, Bahrain serta Dubai yang memiliki saham mayoritas pemerintah  sedangkan swasta hanya bekerjasama saja.

Hal ini dapat dimulai Pemprov Kaltim melalui perusda-perusda. Seperti kerjasama penyertaan PT Hutan Sanggam Labanan Lestari dan PT Daisy Timber yang keduanya merupakan anak Perusda Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera bekerjasama dengan pihak ketiga.

Perusda atau PT  Kaltim Kariangau Terminal (PT KKT) yang telah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober tahun lalu untuk pelabuhan peti kemas dan cargo terminal dimana perusda Kaltim ikut dalam pengelolaan cargo terminal.

PT Kaltim Air Aviation Holding untuk mendukung terciptanya jembangun jembatan udara di Kaltim dan saat sekarang ini sedang dalam proses negosiasi untuk dapat mewujudkannya.

“Kita memiliki 20 bandara  dan tiga  sudah mampu didarati pesawat jet dan 8 didarati ATR sisanya Twin otter dan Grand Caravan. Termasuk Samarinda, Kutai Kartanegara dan Paser yang akan memiliki bandara. Maka perlu dukungan ketersediaan armada udaranya,” ujarnya.

Selain itu, PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi yang akan melanjutkan pembangunan jalan bebas hambatan (tol Samarinda-Balikpapan) dan bekerjasama dengan swata lainnya atau mengelola KSO perusahaan swasta dan BUMN.

Sebab, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sudah menginstruksikan kepada BUMN dijajarannya agar ikut berperan dalam pembangunan di daerah termasuk pembangunan jalan bebas hambatan di Kaltim.

Perusda lainnya seperti PT Kaltim Trans Studio Samarinda bekerjasama dengasn Para Group dan CT Corps dan sudah dapat dipastikan dilaksanakan karena MoU telah ditandatangani kegiatan yang akan dimulai dengan pembangunan  hotel bintang lima Trans Luxury Hotel di eks Hotel Lamin Indah, sekaligus membangun Trans Studio. 

PT Kaltim Agro Mina Nusantara yang diharapkan mampu mengambil kesempatan sekaligus memanfaatkan peluang usaha di sektor usaha kelautan dan perikanan, khususnya mendukung terwujudnya program 500.000 keramba di Kaltim.

PT Bumi Liputan Jaya Blue Sky Group yang mengelola Hotel Pandurata Jakarta dan PT Sinar Balikpapan Development yang merupakan kerjasama KSO dan BOT Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) Kaltim yang mengelola Balikpapan Super Mall termasuk pengelolaan Hotel Atlet Stadion Madya Sempaja Samarinda yang saat ini sedang dalam proses.

“Kelima perusahaan ini merupakan anak Perusda MBS milik Pemprov Kaltim yang bekerjasama dengan pihak ketiga dalam bentuk patungan. Termasuk PT Cahaya Fajar Kaltim, merupakan anak Perusda Ketenagalistrikan untuk mengelola Power Plant Tanjung Batu,” ungkap Awang Faroek Ishak.(yans/hmsprov)

Berita Terkait