Kalimantan Timur
Gubernur Ajak Masyarakat Gemakan Mars Keluarga Berencana

Ketahanan Keluarga Hasilkan SDM Tangguh

SAMARINDA – “Keluarga Berencana sudah waktunya, janganlah diragukan lagi. Keluarga Berencana besar maknanya, untuk hari depan nan jaya. Putra-putri yang sehat cerdas dan kuat, kan menjadi harapan bangsa. Ayah-ibu bahagia rukun raharja, rumah tangga aman sentosa”.
Itulah lirik lagu Mars Keluarga Berencana yang sangat populer pada 1980an. Seiring dengan kepopulerannya, program Keluarga Berencana (KB) juga sukses dilaksanakan di Indonesia, pada masa itu.
Demikian diungkapkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat meresmikan Gedung Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) "Olah Bebaya" Perwakilan BKKBN Kaltim, di Jalan Perjuangan Samarinda, Kamis (2/5).
“Mari terus menerus lagu itu dinyanyikan, BKKBN harusnya mengimbau kepada televisi untuk kembali menyiarkan Mars KB lagi. Sebab lewat promosi Mars KB, program KB ini dulu sukses,” ujar Awang Faroek.
Awang mengatakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang menyatakan dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas maka perlu dilakukan berbagai upaya, diantaranya pengendalian angka kelahiran, serta penurunan angka kematian ibu dan anak.
 “PPKS Olah Bebaya diharapkan dapat memberikan sumbangan signifikan terhadap pelaksanaan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui program kependudukan dan keluarga berencana nasional, khususnya pembangunan ketahanan keluarga,” ujar Awang Faroek.
Selain itu, upaya yang dilakukan antara lain pengarahan mobilitas penduduk, pengembangan kualitas penduduk pada seluruh dimensinya, meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, penyiapan dan pengaturan pernikahan serta kehamilan.
Dijelaskan, implementasi kegiatan program ketahanan keluarga akan menjadikan penduduk sebagai SDM yang tangguh bagi pembangunan dan ketahanan nasional, serta mampu bersaing dengan bangsa lain dan dapat menikmati hasil pembangunan secara adil dan untuk meningkatkan ketahanan keluarga khususnya dalam peran mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak balita.
“Program ketahanan keluarga merupakan upaya untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan keluarga dan membina ketahanan keluarga dengan memperhatikan kelompok usia penduduk berdasarkan siklus hidup, yakni sejak dari janin hingga lanjut usia,” jelasnya.
Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Jufri Yasin, mengungkapkan pendirian PPKS Olah Bebaya di Kaltim diharapkan dapat dijadikan acuan dan rujukan bagi semua pihak untuk merealisasikan penyelenggaraan wadah kegiatan  dalam memberikan layanan infromasi kependudukan dan keluarga, layanan konseling maupun layanan pembinaan, bimbingan dan fasilitasi.
“PPKS Olah Bebaya merupakan upaya dari Perwakilan BKKBN Kaltim untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan keluarga dengan meningkatkan ketahanan keluarga melalui pelayanan konseling keluarga dan pembinaan usaha ekonomi keluarga,” ujarnya.
PPKS Olah Bebaya akan melayani secara cuma-cuma informasi dan dokumentasi kependudukan keluarga berencana, konseling keluarga balita, konseling pra nikah, konseling keluarga remaja dan remaja, konseling keluarga lansia dan lansia, konseling keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, konseling keluarga harmonis dan pembinaan usaha ekonomi keluarga.
Selain itu, dalam PPKS Olah Bebaya juga terdapat outlet Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang menjual makanan ringan khas Kaltim, kerajinan dan souvenir serta pakaian khas Kaltim.
Turut hadir pada kesempatan itu diantaranya Inspektur Utama BKKBN Pusat, Mieke Selfia Sangian, Ketua DPRD Kaltim, H Mukmin Faisyal dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kaltim, M Bahdin. (her/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menandatangani prasasti peresmian PPKS Perwakilan BKKBN Kaltim.(fajar/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait