Kalimantan Timur
Gubernur : Dua Pilar untuk Jembatan Tol PPU

 

BALIKPAPAN – Presentasi PT Waskita tentang pembangunan Jembatan PPU khusus desain Jembatan Tol Teluk Balikpapan di depan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berlangsung di Balikpapan, Jumat (4/8). Dalam presentasinya Direktur PT Waskita Tol Ir. Purma Yose Rizal mempresentasikan progres dan desain Jembatan Tol PPU. Ia merincikan detail desain dan presentasi kepemilikan saham PT Tol Teluk Balikpapan yaitu PT Waskita Tol Road sebanyak 60 persen, Pemprov Kaltim 20 persen, PPU 15 persen dan Pemkot Balikpapan sebanyak 5 persen.

 

Data teknis jembatan Tol PPU ini dengan panjang 7,6 km, lebar alur (2x2) ditambah lajur motor, jenis konstruksi cable stayed, balanced cantilever, Igirder, Slab on Pile dan at grade. Dari sisi Penajam dikoneksikan dengan Jalan Propinsi, jika diteruskan dapat terkoneksi dengan jaringan jalan kearah Bandara dan jalan tol Balikpapan – Samarinda, sisi Balikpapan posisi ramp akan melewati lokasi Wisma Kemala yang merupakan anak perusahaan Pertamina (Pertamedika) dan PT Pertamina.

 

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan bahwa menurut Penelitian LAPI (Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri) cukup 2 pilar saja. “Saya tidak setuju 4 pilar karena harganya akan membengkak , jadi kita tetap memilih 2 pilar saja dan nanti soal alur yang mengaturnya SOP, bukan lagi Pemda itu instansi berhubungan dengan di daerah, jangan pula kita ikut-ikut alur, kita menyiapkan cukup 2 pilon dan bisa dilewati oleh kapal-kapal sejenis Panama Eksplor bisa lewat, apalagi kapal-kapal yang sering datang ke Kariangau maupun ke Semayang, saya yakin itu tidak ada masalah, termasuk pelabuhan angkatan laut juga sudah terakomodir jadi tidak ada masalah,” tegasnya.

 

Gubernur juga berharap bulan Oktober akan dilaksanakan peletakan batu pertama. ”Karena ini harus masuk dulu ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), BPJT yang akan memutuskannya , kita berharap PT Waskita tetap menjadi permerakarsa karena sudah ada pembagian saham antara Pemprov, PPU dan Balikpapan,” harapnya. Gubernur juga mengatakan masalah lahan untuk Pertamina akan diselesaikan secara baik dan dijamin difasilitasi oleh Menteri BUMN. “Jika sudah bertemu dengan Pertamina kita akan bicara be to be , tapi ingat Pertamina-kan sudah dibantu oleh Pemkot Balikpapan dan Provinsi upbuilding kilangnya, saya juga membantu kilang baru yang di Bontang, jadi ada take and give , ini tidak untuk kepentingan Pemprov saja tetapi menjadi kepentingan seluruh masyarakat Indonesia yang datang dari Kalsel , Kubar , PPU, bahkan harapan Presiden kepada saya jembatan Tol ini terintegrasi dengan jalan tol Balikpapan-Samarinda,” ungkapnya.

 

Tentang anggaran Gubernur Kaltim menyatakan bahwa pembangunan jembatan tol PPU ini sesuai dengan hitungan awal, “Untuk bulannya kapan itu tergantung  BPJT , bulan ini perencanaan lengkap yang akan disusun  oleh LAPI ITB segera masuk ke BPJT, mudah-mudahan tidak lama disana, mudah-mudahan hanya 2 bulan sudah bisa di groundbreaking, ” harapnya.

 

Hadir dalam rapat ini Asisten Ekonomi dan Pembangunan  Ir H Ichwansyah MM, Kepala Dinas Perhubungan Prov Kaltim Ir Salman Lumoindong MM, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar, Setkab PPU, Bagian Pembangunan PPU, Dishub PPU,Bapelitbang PPU, Kabid Litbang Balikpapan, Setdakot Balikpapan, Perusda Balikpapan, Lanal Balikpapan,Biro Infrastruktur,  Biro  Adbang Prov Kaltim. (ayu/humasprov)

Berita Terkait