Kalimantan Timur
Gubernur Hadiahkan Kaltim Transmart

 

Gubernur Hadiahkan Kaltim Transmart 

 

TRANS Studio memang urung dibangun. Sebagai gantinya, PT. Trans Retail Indonesia (TRI) dan Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) menyepakati pembangunan Kaltim Transmart di eks lokasi Lamin Indah di Jalan Bhayangkara. Dalam pandangan Gubernur Awang Faroek, konsep wahana bermain dalam ruangan dan pusat perbelanjaan itu akan lebih menguntungkan daerah. Kaltim Transmart akan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah potensial di masa depan. 

 

"Kaltim Transmart hadiah ultah dari saya. Kali ini gantian  saya yang memberi hadiah. Kado ultah Kemerdekaan RI juga untuk warga Kaltim," ucap Awang yang 31 Juli lalu merayakan hari jadinya yang ke-69. Konsep bisnis dalam kesepakatan dalam MoU yang diteken Direktur PT. Trans Retail Indonesia (TRI) Bouzeneth Benaouda dan Direktur Utama Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) Agus Dwitarto  menyepakati bahwa lahan dan bangunan nantinya tetap menjadi aset MBS. Lahan ini tetap menjadi aset MBS sebagai penyertaan modal pemerintah terhadap MBS sesuai Perda No 18 Tahun 2008 yang jumlahnya mencapai Rp3 triliun dalam bentuk barang/aset maupun uang.

 

Sementara pengelolaan pusat bisnis 100 persen akan menjadi hak TRI yang hingga saat ini sudah mengembangkan 15 transmart di Indonesia. Beban pembiayaan akan dipercayakan kepada BPD Kaltim dengan total perkiraan kebutuhan dana mencapai Rp366 miliar. Rinciannya MBS membangun dengan alokasi Rp200 miliar dan TRI membangun Rp166 miliar.

 

Kaltim Transmart akan dibangun diatas lahan 32.000 m2 dan Transmart ke-16 ini akan menjadi transmart terluas di Indonesia. Selanjutnya, CT Corp akan menyewa kawasan itu selama 30 tahun dengan kenaikan tarif sewa sebesar 10 persen setiap lima tahun. Kerjasama sewa ini masih dapat dilanjutkan untuk masa 20 tahun dan 30 tahun setelahnya. 

 

Hasil sewa di tahun pertama disepakati sebesar Rp21 miliar dengan kenaikan 10 persen perlima tahun. Dengan kesepakatan itu maka dikalkulasi hingga 30 tahun ke depan total akhir uang sewa yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp900 miliar lebih.

 

"Jadi dengan duduk manis saja, kita akan memperoleh pendapatan hampir menyundul angka satu triliun. Pembayarannya juga dilakukan di depan setiap tahunnya. Sangat efisien, sangat efektif dan sangat menguntungkan. Ini akan jadi ikon baru yang bisa kita tinggalkan untuk anak cucu kita," yakin Awang.

 

Kehadiran pusat perbelanjaan ini juga diyakinkan tidak bakal mematikan pusat perbelanjaan sejenis yang ada di sekitarnya. "Justru ini akan bersinergi dengan yang sudah ada lebih dulu. Tidak akan saling mematikan, justru dengan tumbuhnya ikon baru ini akan menjadi satu kesatuan kawasan yang utuh dan pasti diperlukan masyarakat," beber Awang.  

 

Dengan konsep yang lebih ramping dari rencana sebelumnya, transmart ini nantinya hanya akan menyediakan lahan untuk 500 mobil. Sebab itu diharapkan tidak ada lagi keragu-raguan terkait rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan.

 

Dari sisi bisnis, transmart dan kawasan perbelanjaan di sekitarnya akan menjadi daya tarik tersendiri bukan hanya bagi warga Samarinda, tetapi juga warga Kutai Kartanegara, Bontang, bahkan Kutai Timur. Apalagi jika jalur tol sudah tersambung hingga Kota Bontang dan Balikpapan serta Bandara Samarinda Baru sudah beroperasi. Sebagai informasi, kontraktor pembangunan transmart ini akan ditunjuk oleh parapihak melalui proses tender antara PT. PP, PT. Wika dan PT. ADHI Karya. Estimasi waktu pengerjaan sekitar 10-14 bulan. (sul/humasprov)

 

Berita Terkait