Kalimantan Timur
Gubernur: Jaga Stabilitas Kaltim

SEKRETARIAT BERSAMA. Gubernur Kaltim Dr h Awang Faroek Ishak (keempat dari kiri) bersama Ketua DPRD Kaltim H Syahrun dan para ketua forum sesaat setelah penandatanganan prasasti Gedung Sekretariat Barsama Forum Kebangsaan. (seno/humasprov kaltim).

 

Gubernur: Jaga Stabilitas Kaltim 

 

SAMARINDA - Forum Kebangsaan Kaltim yang terdiri dari Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Komunikasi Persaudaraan Masyarakat Kalimantan Timur, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Forum Pembauran Kebangsaan, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, Forum Komunikasi Pengusaha dan Forum Koordinasi Pencegahan Narkoba Kalimantan Timur  kini memiliki sekretraiat bersama.

 

Gedung sekretariat bersama itu berdiri di Jl Ki Hajar Dewantara Kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu berlantai dua dengan luas tanah 2.450 m2 (70x35) hibah HM Yos Soetomo, bangunan 3.648 m2 (24x40). Lantai basement untuk parkir, lantai 1 ruang rapat, ruang kerja, media center dan lavatory. Lantai 2 Ruang Serbaguna dan Lavatory. Tahapan pembangunan sejak 2007-2013 mendapat hibah Pemprov Kaltim Rp10 miliar, 2015 hibah PKT Bontang Rp450 juta dan 2017 APBD Provinsi Kaltim terkontrak Rp1.908.097.000, total Rp12.358.097.000.

 

Peresmiannya dilakukan Gubernur Kaltim Dr H Awang Fareok Ishak, Ahad (30/7) yang ditandai dengan pembukaan selubung papan nama sekretariat serta penandatanganan prasasti peresmian. Pada kesempatan itu hadir Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun HS, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, Walikota Bontang, Wakil Walikota Samarinda, ketua dan anggota forum, FKPD Kaltim,  kepala  OPD Kaltim serta undangan lainnya.

 

Gubernur Awang Faroek mengatakan gedung sekretararit bersama  ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam rangka memudahkan konsolidasi dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas keamanan Kaltim, serta memperkokoh semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

"Peresmian gedung ini,  juga sangat bersejarah di saat mana situasi dan kondisi kehidupan bangsa dan negara kita dihadapkan pada banyak tantangan, cobaan dan ujian yang dapat mengganggu sendi-sendi persatuan dan kesatuan," kata Awang Faroek Ishak. Awang Faroek juga minta  Forum Kebangsaan Kaltim dapat menjadi mitra utama pemerintah dan  bisa duduk bersama membicarakan isu-isu yang menjadi potensi konflik sehingga tidak meluas menjadi konflik yang lebih besar. (mar/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait