Kalimantan Timur
Gubernur: Penilaian Proper Tidak KKN

 

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

SAMARINDA - Gubernur Awang Faroek Ishak menegaskan penilaian terhadap anugerah proper kepada perusahaan dan penghargaan lain  pada memperingati Hari Lingkungan Hidup se Dunia 2014 di Kaltim tidak ada unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Karena hal itu sesuai dari potret manajemen dari masing-masing perusahaan dalam melestarikan dan pengelolaan lingkungan hidup. Melalui penghargaan tersebut, menandakan baik dan buruk kinerja yang dilakukan perusahaan terhadap upaya pelestarian lingkungan.

“Secara jujur itulah hasil kinerja mereka selama ini. Jadi, saya berharap bagi perusahaan yang menerima penghargaan peringkat emas, dapat mempertahankan prestasi yang telah dicapai,” ,” kata Awang Faroek Ishak usai memimpin upacara peringatan hari lingkungan hidup (LH) dan penyerahan anugerah proper dan penghargaan lain bagi perusahaan dan sekolah adiwiyata di Kaltim, di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (5/6).

Sedangkan yang meraih peringkat hitam, merah, biru dan hijau, Awang Faroek minta  agar perusahaan dapat meningkatkan kinerja untuk mewujudkan kelestarian lingkungan, meraih peringkat emas.

Gubernur memberikan peringatan keras kepada perusahaan yang meraih peringkat hitam dan merah, karena rata-rata perusahaan yang meraih peringkat tersebut bergerak di bidang batu bara.

Semua itu, karena masih banyak perusahaan batu bara yang tidak memperhatikan dampak lingkungan sekitar perusahaan. Misalnya, masih banyak yang meninggalkan lubang-lubang besar dan tidak ada reklamasi dan revegetasi.

“Tahun ini saya berharap mereka harus berusaha untuk berubah lebih baik. Karena penghargaan yang diberikan ini merupakan penilaian kinerja 2013, sehingga tahun ini akan dinilai kembali,” jelasnya.

Jika memang ada perusahaan yang meraih peringkat hitam hingga tiga tahun berturut-turut sejak tahun ini, akan ada sanksi yang diberikan Pemprov Kaltim. Salah satunya berupa mengusulkan pencabutan ijin usaha.

Meski begitu, Pemprov Kaltim berkeyakinan perusahaan yang meraih peringkat hitam dan merah dapat meningkatkan kinerja yang dilakukan selama ini. “Perusahaan harus berusaha, jangan terus-terusan meraih peringkat hitam dan merah. Saya yakin mereka akan berusaha mengelola perusahaan dengan memperhatikan dampak lingkungan di sekitar perusahaan. Tetapi, secara keseluruhan saya sangat senang, karena ada 11 perusahaan yang meraih peringkat emas. Semoga tahun depan lebih meningkat lagi,” jelasnya.

Sementara, mengenai banyak rumah sakit yang meraih peringkat biru. Misalnya RSUD AWS, RSUD IA Moeis, RS Islam, RS Dirgahayu dan RS Pertamina Balikpapan, Awang berharap dapat meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Contohnya, pembuangan sampah dan limbah rumah sakit secara lebih baik.

“Saya berharap rumah sakit di Kaltim harus menjadi Green Hospital (Rumah Sakit Yang Hijau),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim H Riza Indra Riadi mengatakan jumlah penerima penghargaan proper kepada 227 perusahaan se Kaltim dan Kaltara dan penghargaan bagi sekolah yang berhasil meraih prestasi adiwiyata se Kaltim dan Kaltara 59 sekolah.

“Banyak perusahaan yang meraih peringkat hitam dan merah karena mereka banyak yang meninggalkan lubang tambang, sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan. Kalau mereka mau meningkatkan peringkat tersebut, maka lubang yang telah digunakan harus ditutup kembali dan jika perlu melakukan reklamasi,” jelasnya.

Jika memang masih ada yang tidak meningkatkan prestasi mereka, tentu secara otomatis tidak ingin mendukung pemerintah dalam meningkatkan kelestarian lingkungan, tentunya ada sanksi yang akan dilakukan. Contohnya, sanksi dilakukan Kota Samarinda dengan mencabut ijin 11 perusahaan tambang batu bara.

“Kami akan rekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menutup perusahaan yang tidak memperhatikan lingkungan perusahaan tersebut. Karena, yang mengeluarkan ijin adalah bupati dan walikota,” jelasnya.

Sementara perusahaan yang meraih peringkat emas, antara lain PT Jembayan Muarabara bergerak dibidang tambang batu bara dari Kukar, PT Berau Coal Site Lati tambang batu bara dari Berau, PT Kideco Jaya Agung WP Roto Samurangau tambang batu bara Paser, PT Badak NGL Migas dari  Bontang.

Kemdian PT Kaltim Methanol Industri bergerak dibidang industri dari Bontang, PT Gunung Bayan Pratama Coal Blok II tambang batu bara Kutai Barat, RS Pupuk Kaltim Bontang, PT EMP Semberah migas dari Kukar dan Samarinda, PT Acacia Andalan Utama perusahaan kehutanan Kukar, PT Surya Hutani Jaya perusahaan kehutanan Kukar dan PT ITCI Hutani Manunggal perusahaan kehutanan Penajam Paser Utara.

Sedangkan sekolah yang meraih penghargaan karena telah meraih prestasi adiwiyata, antara lain SDN 000 Sungai Kunjang Samarinda, SDN 004 Samarinda, SMPN 5 Balikpapan, SMPN 1 Batu Sopang Paser, SMPN 1 Bunyu Bulungan,  SMAN 1 Sebatik Nunukan dan SMKN 1 Samarinda.(jay/sul/es/hmsprov).

///FOTO : Gubernur Awang Faroek Ishak menyerahkan Penghargaan Prestasi Adiwiyata kepada salah satu Sekolah di Kaltim.(fajar/humasprov)

 

Berita Terkait