Kalimantan Timur
Gubernur Perjuangkan Bantuan BPJS Para Lansia

Awang Faroek Ishak

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Fareok Ishak mengatakan sebagai balas budi kepada para lanjut usia (lansia) yang sebelumnya mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) maupun TNI/Polri dan veteran, Pemporov Kaltim akan membantu pembayaran BPJS para lansia.

"Untuk tahun ini, Pemprov Kaltim sudah memperjuangkan  dengan mengajukan ke DPRD Kaltim semua lansia dibantu BPJS dengan dibayarkan oleh pemerintah daerah," kata Awang Faroek Ishak  pada Peringatan Hari Lansia Tingkat Provinsi Kaltim 2018 yang dilaksanakan di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim beberapa hari lalu.

Namun apa yang diusahakan tersebut, lanjut Awang Faroek  tergantung dengan pembahasaan dan persetujuan DPRD Kaltim, apakah nanti diterima atau tidak. Sebab penetapan anggaran harus dilakukan bersama-sama dengan DPRD Kaltim. 

"Kalau gubernur boleh putuskan sendiri, sudah saya putuskan. Tapi tidak bisa seperti itu. Anggaran harus dibahas bersama dengan DPRD untuk dianggarkan pada tahun 2019. Usulan sudah kita sampaikan melalui Dinas Kesehatan Kaltim  dan didukung oleh Dinas Sosial Provinsi Kaltim serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim," paparnya.

Awang Faroek  mengatakan, perjuangan  untuk membantu para lansia dengan membayarkan BPJS merupakan  bukti Pemprov Kaltim  untuk membalas jasa-jasa para lansia dari mantan ASN, TNI/Polri, maupun para veteran.

"Ini bukan janji, tapi  apa yang kita perjaungkan ini kiranya bisa membantu para lansia bisa terus hidup sehat, bahagia dan sejahtera, sesuai tema hari lansia tahun ini adalah Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia dan sub tema  memperkuat hubungan lintas generasi dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri dan produktif," paparnya. 

Dikatakan, peringatan Hari Lansia  merupakan momen untuk lebih menguatkan komitmen, meningkatkan semangat semuanya, untuk lebih memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan. 

"Soalnya, tak jarang seorang lansia mengidap beberapa penyakit,  seperti  penderita hipertensi dan diabetes mellitus berpotensi gagal ginjal. Harus bisa diantisipasi dari sekarang, jangan sudah parah baru sibuk mengurus kesehatan, sehingga dengan bantuan pembayaran BPJS, para lansia bisa hidup sehat dan bahagia den sejeahtera," kata Awang Faroek Ishak. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait