Kalimantan Timur
Gubernur Terima Pengurus KTNA Kaltim, Ikan Sudah Swasembada, Beras dan Jagung Segera Menyusul

Gubernur Awang Faroek bersama para Pengurus KTNA Kaltim. (ADI SUSENO/HUMASPROV)

 

SAMARINDA - Kaltim sudah berhasil melakukan swasembada ikan. Tapi sukses itu belum diikuti komoditi pangan lainnya.  Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap agar swasembada bisa segera diikuti komoditi-komoditi pertanian lainnya. "Saya ingin semua terwujud. Tahun ini kita bisa swasembada pangan, baik beras, jagung, singkong dan kedelai. Ikan kita kan sudah swasembada, jadi yang lain harus menyusul swasembada juga," kata Gubernur Awang Faroek didampingi Juru Bicara Gubernur Hendro Prasetyio ketika menerima kunjungan Pengurus KTNA Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (1/2).

 

Swasembada pangan, khususnya beras sudah harus terwujud tahun depan memanfaatkan dukungan irigasi di Waduk Marangkayu, Kutai Kartanegara, Waduk Tritip di  Balikpapan, Bendungan Lambakan di Paser dan Bendungan Telake di perbatasan Paser dan PPU. 

 

Kehadiran waduk dan bendungan itu lanjut Awang akan mendukung peningkatan produksi padi, sehingga untuk konsumsi beras, Kaltim tidak perlu mendatangkan dari daerah lain. "Bukan hanya beras, semua komoditi pangan, misalnya jagung, singkong hingga kedelai harus bisa swasembada. Karena itu, kita berharap keterlibatan KTNA untuk menyukseskan program ini," jelasnya.

 

Awang menegaskan, Kaltim bersyukur. Karena untuk beras saja, lima bulan ke depan Kaltim masih aman dan tidak perlu mendatangkan beras dari luar daerah. Karena produksi padi petani cukup untuk kebutuhan beras Kaltim hingga lima bulan ke depan. Ketua KTNA Kaltim Misdianto mengatakan, sesuai arahan Gubernur Awang Faroek Ishak, Pengurus KTNA yang baru dilantik beberapa pekan lalu siap mendukung langkah pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. 

 

Namun demikian, KTNA berharap menyukseskan program ini diperlukan dukungan lahan yang cukup atau perluasan areal tanam harus ada, sehingga program tersebut betul-betul terwujud. Karena, diketahui saat ini lahan yang ada di Kaltim lebih banyak pada kawasan hutan. "Tetapi, kita tidak perlu khawatir dengan kawasan hutan. Karena, sudah ada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 81/2016 tentang Pemanfaatan Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 83/2016 tentang Perhutanan Sosial," jelasnya.

 

Melalui peraturan tersebut, KTNA sangat mendukung apa yang menjadi harapan Pemprov Kaltim untuk mewujudkan swasembada pangan. Karena, tidak perlu khawatir dengan lahan kawasan hutan. Pasalnya, tinggal dimanfaatkan bukan memiliki. Sebagai bentuk dukungan tersebut, maka KTNA meminta agar masyarakat di wilayah kawasan hutan bisa membentuk kelompok-kelompok tani kawasan hutan  bekerjasama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) setempat. "Yang jelas, tanpa perluasan kawasan tanam, mustahil kita bisa mewujudkan Kaltim Swasembada Pangan. Karena itu, hingga saat ini kami sudah memfasilitasi untuk terbentuknya kelompok-kelompok tani, sehingga mendukung terwujudnya program tersebut," jelasnya. Sebagai mitra pemerintah, KTNA akan mendukung pencapaian swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan rakyat melalui sektor pertanian dalam arti luas. (jay/sul/humasprov)       

 

Berita Terkait