Kalimantan Timur
Gubernur: Tidak Hanya Menanam Pohon Tetapi Harus Memelihara

Peringatan HMPI dan BMN 2013 Tingkat Provinsi
 
SAMARINDA – Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) 2013 tingkat provinsi Kaltim, diperingati di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) pada Minggu (24/11) yang dihadiri Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan SKPD lingkup Pemprov serta Pemkot Samarinda.
Awang Faroek menyampaikan dalam kurun waktu 2011-2013, pemerintah Indonesia bersama pemerintah daerah berhasil menekan laju angka deforestrasi dan degradasi hutan, dari sebelumnya pada periode 2003-2010 sebesar 3,5 juta hektare, turun menjadi 450 ribu hektare.
Hal itu, menurut dia, tidak lepas dari kebijakan moratorium kehutanan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.
“Kebijakan moratorium sangat membantu kita dalam menekan angka deforestrasi dan degradasi hutan di Indonesia, termasuk di Kaltim. Apalagi Kaltim juga telah mengeluarkan moratorium pertambangan, perkebunan dan kehutanan. Dimana perijinan perusahaan yang bergerak di ketiga bidang tersebut akan dievaluasi dan di tinjau ulang,” kata Awang Faroek.
Menurut dia, kegiatan menanam pohon dalam rangka HMPI dan BMN 2013 sebagai tindak lanjut dari Gerakan Penanaman Satu  Miliar Pohon yang telah dicanangkan Presiden.
Sejak dicanangkan program KaltimGreen melalui gerakan “One Man Five Trees” (Omfit) pada 2010, telah ditanam sekitar 165,764 juta  batang pohon atau kontribusi terhadap nasional sekitar 16 persen.
“Kita sekarang berada di peringkat lima dalam kontribusi penanaman pohon secara nasional. Namun kita jangan melihat jumlah yang ditanam, melainkan bagaimana kita mampu memelihara pohon yang ditanam tersebut hingga tumbuh dengan baik. Kepada instansi baik negeri maupun swasta yang menanam pohon, hendaknya melapor ke Dinas Kehutanan, dimana tempatnya, apa yang ditanam, sehingga bisa termonitor dengan baik,” jelasnya.
Kaltim, lanjut dia masih memiliki hutan terbaik di dunia, yakni hutan yang berada pada kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). Dimana pada kawasan tersebut tidak ada pertambangan, HPH maupun perkebunan. Ditambah dengan keberadaan Hutan Lindung Wehea di Kutai Timur yang sudah diakui dunia.
“Kaltim ini dulunya pernah hijau. Sekarang Heart of Borneo itu adanya di Kaltim. Tepatnya di TNKM. Kita harus benar-benar menjaga kelestarian hutan tersebut yang menjadi paru-paru dunia. Saran kongkrit saya adalah menjadikan TNKM sebagai tempat latihan tempur bagi TNI, sehingga tidak ada yang berani menjamah hutan tersebut,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan Chairil Anwar mengatakan peringatan HMPI dan BMN 2013 mengangkat tema “Wariskan Hutan yang Lebih Baik bagi Generasi Penerus”. Hal itu mengandung makna bahwa kelestarian serta keberadaan hutan merupakan amanah untuk mewariskan kondisi hutan dan lingkungan yang lebih baik kepada generasi penerus.
“Sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup yang lebih baik. Kerusakan hutan baik degradasi maupun deforestrasi menjadi tantangan kita semua untuk dapat melakukan tindakan nyata dalam mencegah dan mengantisipasi hal tersebut,” katanya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Awang Faroek memberikan penghargaan kepada penyuluh kehutanan dari Kutai Kartanegara yang telah berhasil mendapatkan Juara Terbaik I Lomba Wana Lestari Tingkat Provinsi Kaltim 2013 untuk kategori penyuluh kehutanan. Selain itu, Gubernur Awang Faroek juga menerima secara simbolis bantuan 10.000 bibit buah-buahan dari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia. (her/hmsprov)

//Foto: Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak menanam pohon, sebagai bentuk upaya mengugah warga Kaltim untuk terus menyukseskan Program Kaltim Green, melalui gerakan Satu Orang Menanam Lima Pohon (One Man Five Trees). (foto: fajar/humasprovkaltim)


 

Berita Terkait