Kalimantan Timur
Hadi : 2019 Semua ASN Pemprov Dites Urine

SAMARINDA - Pemprov Kaltim  bersama  dinas dan lembaga terkait  telah berkomitmen untuk  terus melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Guna mendukung upaya tersebut tentunya diperlukan kerja keras dan tanggung jawab semua pihak.

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan Pemprov Kaltim sangat mendukung program P4GN dan sudah berkoodinasi dengan Badan  Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim untuk dapat menjadwalkan dan menganggarkan tahun 2019 dilakukan tes urin kepada semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Kaltim

Kalau ada yang terbukti terlibat narkoba akan dikenakan sanksi sanksi berat,hingga diberhentikan tidak secara hormat. "Narkoba  itu bukan sekadar merusak pribadi, tetapi sudah menjadi musuh negara. Maka dari itu perang terhadap narkoba terus kita gaungkan, bukan saja di perkotaan tetapi juga sampai kepedesaan," tegas Hadi Mulyadi di hadapan peserta Sosialisasi pencegahan Pungutan Liar di Provinsi Kaltim yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (15/11/2018).       

Narkoba sudah menjadi musuh negara dan musuh bersama. Hadi Mulyadi mengajak semua bekerja keras untuk bersama-sama memberantasnya dengan berkoordinasi dan bersinergi diantara pemangku kepentingan dan semua lapisan masyarakat. "Kita tidak boleh diam terhadap musuh negara ini. Kita mulai dari ASN di lingkungan  Pemprov Kaltim. Kita akan lakukan tes urine. Karenanya, ASN sebagai aparatur pemerintah dan pelayan masyarakat wajib terbebas dari pengaruh atau penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Hadi Mulyadi mengatakan Pemprov Kaltim telah menetapkan Kaltim sebagai zona bebas peredaran dan penggunaan narkoba. Sebab itu, ASN harus mampu menjadi ujung tombak pencegahan dan pemberantasan peredaran serta penyalahgunaan narkoba. "ASN yang terlibat narkoba selain merusak diri dan keluarga serta masyarakat juga menciptakan kinerja organisasi tidak profesional dan tidak produktif. Bahkan pelayanan ke masyarakat pun tidak maksimal," kata Hadi Mulyadi.

Selain ASN, lanjut Wagub Hadi, tahun 2020 seluruh kepala sekolah dan guru-guru harus bebas narkoba, maka dari itu  juga akan dilakukan tes urine, karena guru harus memberikan contoh dan suri tauladan  tidak saja bagi siswa-siswi tetapi jugaagi masyarakat. "Seluruh kepala sekolah maupun guru harus bebas narkoba. Mulai sekarang kita terus gaungkan perang terhadap narkoba untuk mewujudkan Provinsi Kaltim bebas narkoba. Oleh karena itu semuanya  harus berperan aktif untuk merealisasikannya," pesan Hadi Mulyadi. (mar/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait