Kalimantan Timur
ISBI DAN ITK Bukan Lagi Mimpi Tapi Nyata

SAMARINDA - Menyimak catatan Tim Relawan 913 pada pemberitaan advetorial Calon Gubernur Farid Wadjdy dan Wakil Gubernur HA Sofyan Alex di harian ini edisi Selasa, 27 Agustus 2013 , halaman 12 yang berjudul "ISBI, Agar Janji Tak Menjadi Mimpi".
Terkait dengan catatan tersebut, perlu ditegaskan bahwa Pemprov Kaltim tidak pernah main-main apalagi dikatakan tidak serius untuk mendirikan Institut Seni Budaya Indonesia dan Institut Teknik Kalimantan (ITK).
Semua sudah berjalan sesuai harapan, bahkan sudah dua angkatan, yakni 2012 dan 2013 mahasiswa Kaltim yang kini sedang menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogjakarta dan Institut Teknik Surabaya, dengan beasiswa penuh dari Pemprov Kaltim.
Pendirian ISBI dan ITK ini merupakan program nasional yang masuk dalam Proyek Percepatan dan Perluasan  Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), sehingga dukungan tidak hanya datang dari daerah tetapi juga pemerintah pusat. Bahkan untuk sekolah ini, sudah disiapkan dosen yang saat ini sedang belajar di Jerman.
"Jadi sangat tidak benar jika ISBI atau ITK itu dikatakan mimpi. Yang betul adalah kedua sekolah tinggi itu bukan lagi mimpi tetapi sudah menjadi kenyataan yang tidak bisa dibantah oleh siapapun," kata Pasilitator pembentukan ISBI dan ITK," Bohari Yusuf.
Menyinggung soal ketersediaan lahan, menurut Bohari untuk ITK di Balikpapan sertifikatnya sudah terbit, sehingga tidak ada masalah lagi. Sertifikat tersebut telah diserahkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Made Ngurah Pariatna  kepada Sekprov Kaltim, H Rusmadi pada Jumat (23/8).
Penyerahan sertifikat itu merupakan bukti dukungan sejumlah pihak untuk mempercepat pembangunan sekolah tersebut. Sedangkan untuk lahan ISBI di Kota Tenggarong dalam proses pembebasan dan diyakin juga segera selesai.
Sedangkan Mahasiswa Kaltim yang kini sedang menempuh pendidikan di ISI Yogjakarta dan ITS Surabaya juga berjalan wajar dan tidak ada masalah. Statusnya adalah  mahasiwa ITS dan ISI. Soal kemampuan akademis, merupakan hal wajar karena mahasiwa baru dan untuk itu perlu ditingkakan kemampuannya sebagai bukti bahwa Pemprov selama ini berjuang untuk meningkatkan SDM Kaltim lebih baik.
"Salah satu upaya peningkatan SDM ini, ya melalui program pendidkan ITK dan ISBI, sehingga nantinya akan tercipta SDM berkualitas dan berdaya saing tinggi," tegas Bohari.
Dia berharap sebagai orang Kaltim, harusnya memberikan semangat kepada anak-anak daerah yang ingin maju dengan menuntut ilmu ke luar daerah. Bukan sebaliknya justeru disuguhi hal-hal yang tidak mendasar yang dapat melemahkan semangat anak-anak Kaltim, khsusnya yang saat ini sdang belajar di ISI dan ITS.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara, Hermawan mengatakan persoala lahan untuk lokasi ISBI sudah tidak ada masalah dan sudah pada tahap negosiasi dan selanjutnya realiasi pembayaran yang akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Lahan untuk lokasi ISBI di Kutai Kartanegara sudah pasti dan tidak ada masalah, sehingga tidak perlu diragukan lagi. Dalam waktu dekat pembebasan lahan segera dilkukan oleh Pemkab Kukar sebagai penanggungjawab.
"Saya kira tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi, karena lahan untuk ISBI sudah kita negosiasi dengan pemilik lahan dan dalam waktu dekat segera kita lakukan pembayaran," tegas Hermawan.
Terkait kondisi Mahasiswa asal Kaltim yang kini sekolah Yogjakarta, Rektor ISI Yogjakarta Dr Hermin Kusmayati yang didampingi Kepala Biro Adminstrasi dan Akademik Budi Priyatno mengatakan status anak Kaltim yang sekolah di ISI Yogjakarta melalui program Beasiswa Kaltim adalah sah dengan status Mahasiswa ISI.
Terkait dengan kemampuan akademik juga tidak ada masalah, karena dari dua angkatan yang telah belajar di sekolah tersebut, sudah melalui seleksi  sesuai dengan standar yang ditetapkan ISI.
Menyinggung tentang banyaknya anak asal Kaltim, apakah menjadi kendala bagi calon mahasiswa setempat yang ingin masuk ISI, Hermin menyangkal karena penerimaan tyerhadap mahasiswa Kaltim itu sudah diperhitungkan, sehingga tidak ada yang dirugikan dalam hal ini, termasuk calom mahasiswa dari daerah setempat dan daerah lain yang ingin sekolah di ISI.
"Semua berjalan lancar dan tidak ada kendala, setatusnya juga sah sehingga tidak ada yang perlu dipertanyakan apalagi dipermasalahkan," katanya. (santos/hmsprov).

 

///Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama sejumlah mahasiswa ISBI dan ITK angkatan ke-2 yang akan mengikuti pendidikan di ITS Surabaya dan ISI Jogyakarta, beberapa waktu lalu.(fajar/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait