Kalimantan Timur
Kaltim Bukan Terbanyak Penghuni Lokalisasi

SAMARINDA- Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menegaskan Kaltim bukanlah daerah yang memiliki penghuni lokalisasi atau pekerja seks komersial (PSK) terbanyak di Indonesia setelah Jawa Timur. Karena penghuni terbanyak terdapat di Jawa Barat, namun titik lokasi yang dimiliki Kaltim sejumlah 22 titik dan Jawa Barat terdapat 11 titik.

Sementara total penghuni lokalisasi di Indonesia sebanyak 36.000 orang. Sedangkan penghuni di Kaltim hanya 1.315 orang. Tetapi, jika tahun ini sejak 1 Juni 2016 Pemprov Kaltim menutup secara serentak di seluruh kabupaten/kota, maka penghuni maupun titik lokalisasi terbanyak di Indonesia dimiliki Jawa Barat.

“Tidak benar jika Kaltim terbanyak penghuninya. Karena terbanyak di Indonesia penghuni lokalisasi masih berada di Jawa Barat, yakni sebanyak 21.000 orang,” kata Khofifah Indar Parawansa saat penutupan serentak lokalisasi prostitusi di Kaltim di Lokalisasi Prostitusi Bayur, Rabu (1/6).

Jumlah tersebut sesuai catatan Kementerian Sosial. Dari penutupan tersebut maka di Indonesia tinggal 69 titik yang akan ditutup. Dari 69 titik tersebut yang terbesar adalah di Jawa Barat 11 titik, 10 titik di Kalteng, 10 titik di Kepulauan Riau, 9 titik di Riau serta di berbagai provinsi di Indonesia yang titiknya tergolong sedikit.

Mensos memberikan apresiasi atas kerjasama yang dilakukan Pemprov Kaltim untuk menutup lokalisasi prostitusi di Kaltim. Mulai jajaran TNI, Polri, Kejaksaan hingga tokoh agama dan masyarakat mendukung tindakan tersebut.

“Kami harap tindakan yang dilakukan Pemprov Kaltim dapat memberikan manfaat bagi penghuni maupun masyarakat di lingkungan sekitar,” jelas.(jay/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation