Kalimantan Timur
Kaltim Harus Mampu Perkuat Ekonomi Daerah

Kaltim Harus Mampu Perkuat Ekonomi Daerah

 

SAMARINDA - Dalam hal kerjasama yang saling menguntungkan termasuk lingkup Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Kaltim adalah suatu provinsi yang sangat prospektif dalam penanaman investasi, ekonomi, perdagangan dan pariwisata.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Kaltim dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kaltim HM Sa’bani pada Sosialisasi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 di Pendopo Lamin Etam, Senin (13/4).

Menurut dia, Kaltim memiliki keunggulan komparatif. Ditinjau  secara geografis merupakan salah satu provinsi terluas di Indonesia dengan wilayah melebihi luas Pulau Jawa. Sedangkan di  bagian utara kini berbatasan dengan provinsi baru Kalimantan Utara (Kaltara).

Sebelah selatan dengan Kalimantan Selatan dan sebelah barat dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Serawak, Malaysia. Sedangkan sebelah Timur dengan Selat Makassar dan Laut Sulawesi yang merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).

“Kaltim harus mampu memperkuat ekonomi daerah terkait perkembangan dan pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN. Pengelolaan SDA harus mampu menempatkan Kaltim sebagai kawasan yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi,” katanya.

Pada 2014, unit usaha sektor industri Kaltim mencapai 16.969 unit dengan menyerap tenaga kerja 157.464 orang. Unit usaha ini terbagi menjadi unit usaha pada industri besar, yakni 140 unit usaha dan industri kecil menengah 16.829 unit usaha.

Berkaitan dengan perdagangan luar negeri, ekspor Kaltim 2014 mencapai 23,72 milliar Dollar Amerika dimana 13,72 milliar Dollar Amerika berasal dari sektor non migas dan 10,00 milliar Dollar Amerika berasal dari sektor Migas.

Kesiapan Kaltim menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) didukung peranan koperasi yang berjumlah 5.184 unit dengan 340.076 anggota. Sedangkan UMKM terdapat 489.835 unit yang kini terus mendapat pembinaan pemerintah daerah.

“Diprediksi, ke depan perekonomian Kaltim akan terus meningkat  menyusul telah ditetapkannya provinsi ini sebagai salah satu Koridor Ekonomi Nasional (National Economic Coridor),” ungkapnya.

Bersama Riau dan Sumatera Utara, Kaltim dengan kawasan industri Maloy di Kutai Timur telah ditetapkan sebagai  klaster industri berbasis pertanian oleochemical. Dan bersama Jawa Timur, Kaltim ditetapkan sebagai klaster industri berbasis minyak dan gas bumi (migas) dan kondensat. Lokasi pengembangan industri kondensat itu ada Kota Bontang.

Sementara itu, di Kota Balikpapan juga telah dikembangkan Kawasan Industri Kariangau. Ketiga kawasan industri tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di waktu-waktu ke depan.

“Potensi  SDA Kaltim mempunyai prospek baik untuk investasi. Baik sektor pertambangan minyak dan gas bumi serta batu bara, kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata maupun infrastruktur,” sebut Gubernur.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Aviliani (pengamat ekonomi) dan Aji Sofyan Effendi (Kepala Pusat Studi ASEAN, Universitas Mulawarman Samarinda). Tampak hadir Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun dan Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI George Elnadus Supit serta Kepala Dinas Peridagkop dan UMKM Kaltim Ichwansyah. (yans/sul/es/hmsprov).

Foto : Asisten Ekonomi Pembangunan HM Sa'bani membuka Sosialisasi ASEAN Economic Community. Kaltim harus perkuat ekonomi daerah agar mampu berdaya saing. (fajar/humasprov)

 

Berita Terkait