Kaltim Menjadi Barometer Kondusifitas Daerah

Siap Gelar Pemilukada Serentak

 

BALIKPAPAN - Sebagai provinsi yang memiliki luas wilayah kurang lebih satu setengah Pulau Jawa, ternyata Kaltim tetap mampu menjaga kondusifitas daerah. Kemampuan Kaltim ini pun menjadi perhatian banyak provinsi di Indonesia. Apalagi, Kaltim merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, baik Philipina maupun Malaysia.

Hal ini pun menurut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bahwa Kaltim dapat menjadi barometer membangun kondusifitas daerah. Kondisi ini dicapai Kaltim karena semua pihak saling bersinergi dan membantu, baik pemerintah daerah, TNI, Polri hingga Kejaksaan serta tokoh masyarakat saling mendukung untuk menciptakan rasa aman di daerah.

“Sesuai informasi Gubernur Awang Faroek, Kaltim telah siap untuk menyelenggarakan Pilkada bahkan kondusifitas di daerah ini diyakini dalam kondisi aman. Karena semua pihak saling mendukung, terutama dari TNI dan Polri yang selalu siaga satu mengamankan kondisi daerah, baik di wilayah perbatasan maupun perkotaan,” kata Tjahjo Kumolo ketika membuka Rakernas Pencatatan Sipil 2015 angkatan pertama di Balikpapan, Senin malam (28/9). 

Urusan keamanan daerah ini, Mendagri berpandangan bahwa Kaltim ini patut menjadi contoh daerah lain di Indonesia. Mendagri juga mengungkapkan, Kaltim mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam pembangunan infrastruktur maupun wilayah, khususnya wilayah terluar. Terbukti dari kunjungan Mendagri ke Kaltim baru-baru ini ketika meresmikan Bandara Maratua di Berau.

“Saya baru-baru ini ke pulau terluar Kaltim, Maratua di Berau. Pulau yang sangat indah dan perkembangannya sangat pesat. Bahkan kependudukannya juga sangat jelas, khususnya kepemilikan KTP masyarakat sudah semua. Ini menandakan Kaltim semakin maju. Bahkan ke pulau tersebut dengan menggunakan pesawat hanya satu jam perjalanan dari Balikpapan sudah sampai di tempat tujuan, luar biasa,” jelasnya.

Menurut dia, apa yang menjadi kemajuan di Kaltim tidak lepas dari peran serta dukungan semua pihak untuk mewujudkan kondusifitas daerah tersebut. Karena itu, dengan adanya kondusifitas tersebut Pemerintah Pusat berharap ke depan percepatan proses pembangunan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien dan taat pada hukum dapat terwujud.

Bila ini bisa diwujudkan, seiring dengan percepatan proses reformasi birokrasi. Karena itu, dengan percepatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengembangan pembangunan daerah di Indonesia, terutama dalam menyukseskan otonomi daerah.

“Guna menyukseskan hal itu, pemerintah daerah tidak mungkin berdiri sendiri. Perlu konektivitas antar kabupaten/kota. Karena itu, Kaltim tidak akan bisa berkembang pesat apabila tidak ada konektivitas dengan provinsi lain di Kalimantan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat membangun sinergitas yang baik dengan seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi hingga tingkat desa harus tegak lurus membangun sinergi yang baik. Artinya, dalam setiap pengambilan keputusan politik pembangunan di daerah, diharapkan dapat berkoordinasi dengan jajaran TNI, Polri, Kejaksaan hingga Pengadilan.

“Dengan demikian diharapkan komunikasi dapat dibangun dengan baik. Sebab, sebagai wujud dukungan apabila ketika setiap daerah terjadi konflik sosial, maka semua pihak dapat bertanggungjawab untuk menyelesaikannya,” jelasnya.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menjelaskan bahwa Kaltim telah mensinkronkan program nawa cita pemerintah pusat dengan RPJMD.

Secara umum, Kaltim siap melaksanakan Pilkada serentak 9 Desember 2015. “Sesuai informasi dari semua daerah, Kaltim siap melaksanakan Pilkada serentak. Insyallah kondisi stabilitas keamanan dan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kaltim berjalan baik dan dinamis,” tutup Mendagri. (jay/sul/es/hmsprov).

 

///FOTO : Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat menghadiri Rakernas Pencatatan Sipil 2015 angkatan pertama.(syaiful/humasprov)

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation