Kupas Empat Isu Strategis Kaltim, Hadi : NKRI Harus Berpihak Kepada Kaltim

Wagub Hadi Mulyadi menjadi keynote speaker diskusi publik soal SDA, energi, lingkungan hidup dan infrastruktur. (rian/humasprov kaltim)

SAMARINDA - Sejarah membuktikan provinsi yang memiliki kekayaan sumber daya alam berlimpah tidak memberi jaminan daerah itu maju dan sejahtera. Ungkapan keprihatinan itu disampaikan Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi pada Diskusi Publik tentang pengelolaan sumber daya alam, infrastruktur, energi dan lingkungan hidup di Hotel Aston Samarinda, Minggu (17/2/2019).

Menurut dia, Kaltim satu contoh dari provinsi kaya SDA tetapi terabaikan dalam pembangunan daerahnya. Diungkapkannya, era kayu dan emas sudah berlalu namun tidak meninggalkan jejak pasti pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia berkualitas.

Hingga saat ini lanjutnya, kekayaan Benua Etam terus dieksploitasi baik minyak dan gas bumi bahkan batu bara, tapi belum juga menampakkan kemajuan pembangunan signifikan. "Siapapun pemimpinnya. Kita ingin negara (NKRI) ini berpihak pada daerah luar Jawa khususnya Kaltim," katanya.

Bagi Hadi, pusat harus lebih peduli kepada Kaltim sebagai bentuk pemerataan sekaligus menghilangkan kesenjangan yang selama ini terus terjadi. "NKRI tetap harus berdaulat. Maka, perkuat posisi daerah dan pembangunan harus merata," ujarnya.

Kembali Hadi menegaskan Kaltim Berdaulat bukan untuk merdeka tapi bagaimana NKRI benar-benar berpihak kepada daerah yang selama ini telah berkontribusi besar bagi pundi-pundi keuangan bangsa. Diskusi digelar Lingkar Mediasi mengupas empat isu strategis Kaltim yakni pengelolaan sumber daya alam, energi, infrastruktur dan lingkungan hidup Kaltim.

Diskusi dihadiri Direktur Eksekutif Lingkar Mediasi Budi Hartono serta Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'aruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi. (yans/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation