Kalimantan Timur
Manfaatkan Perusahaan Tambang dan Migas Sebagai Wahana Wisata

Padukan Sektor Pariwisata dan Pendidikan

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menginginkan setiap kabupaten/kota di Kaltim yang memiliki potensi pertambangan dan migas (minyak dan gas bumi) dapat membangun wahana wisata tambang dan migas. Hal itu juga disesuaikan dengan karakteristik dan ciri khas masing-masing kabupaten/kota.

“Kabupaten/kota di Kaltim mempunyai karakteristik dan ciri khas masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Potensi-potensi itu, terutama tambang dan migas harus diolah sedemikian rupa, sehingga memberikan nilai lebih untuk daerah dan menarik minat masyarakat baik dari dalam daerah maupun luar daerah untuk mengetahui kegiatan usaha tersebut,” ucap Awang Faroek, Selasa (1/7).

Awang Faroek menyebut salah satu potensi daerah yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata, diantaranya proses pengolahan gas bumi menjadi gas alam cair ataupun proses penyulingan minyak bumi. Pemkab dan Pemkot, ujar dia, dapat bekerjasama dengan perusahaan tambang dan migas untuk membuat semacam wahana wisata tambang dan migas.

Pada wahana itu, menurut dia dapat dapat diuraikan tentang awal mula terbentuknya migas atau batu bara, bagaimana proses penambangan atau pengeboran dan dilanjutkan dengan proses pengolahan atau penyulingan bahan tambang dan migas, hingga barang tambang dan migas menjadi komoditi ekspor.

”Hal-hal semacam ini harus bisa dibaca oleh pemerintah daerah. Ajak perusahaan untuk bekerjasama. Ini bisa kita buat di Kaltim, sehingga akan menggerakan kegiatan wisata pendidikan, terkait pengolahan tambang Migas di daerah ini,”  lanjutnya.

Melalui wahana wisata seperti itu, dapat  dimanfaatkan pelajar dan mahasiswa di Kaltim atau bahkan dari provinsi lain di Indonesia sebagai tujuan study tour (wisata belajar). Karena, tidak ada mata pelajaran di sekolah yang secara rinci menerangkan proses awal mula terbentuknya batuan induk hidrokarbon (batu bara) dari fosil tumbuhan yang berusia jutaan tahun. Sama halnya untuk minyak dan gas bumi.

Awang Faroek meminta agar SKPD terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama dengan Dinas Pendidikan baik di kabupaten/kota ataupun provinsi segera membuat perencanaan pembangunan wahana wisata tambang tersebut.

“Ini akan sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan dan tentunya sektor kepariwisataan akan semakin berkembang. Karena wahana wisata tambang seperti ini akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” lanjutnya.

Awang Faroek menambahkan, disamping itu, objek wisata lainnya juga akan terus dikembangkan. Pemerintah daerah akan terus berusaha membenahi infrastruktur penunjang, berupa jalan akses, pelabuhan dan Bandara. Demikian halnya untuk hotel-hotel dan restoran. Sehingga memudahkan dan memuaskan wisatawan yang berkunjung ke objek-objek wisata di Kaltim.

“Tahun kunjungan wisata ke Kaltim akan terus kita gemakan dan promosikan. Objek-objek wisata unggulan kita seperti Kepulauan Derawan terus dikembangkan. Bandara Maratua dalam proses pembangunan. Sedangkan pintu gerbang Kaltim, yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan telah rampung terminal barunya dan mampu menampung sekitar 10 juta penumpang/tahun. Ini akan menjadi penunjang sektor pariwisata kita,” pungkasnya. (her/es/hmsprov).

 

////FOTO :  Kawasan kilang pengolahan minyak di Balikpapan yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wahana wisata pendidikan terkait pengetahuan tentang tambang minyak dan gas.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait