Kalimantan Timur
Mari Bantu KPU Sukseskan Pilkada

Awang Faroek Ishak

SAMARINDA – Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di seluruh Indonesia akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 ini atau tinggal enam hari. Tahun ini digelar pilkada pada 171 daerah dan Kaltim menyelenggarakan pemilihan gubernur/wakil gubernur serta bupati/wakil bupati Penajam Paser Utara (PPU). 

Saat ini masih berlangsung tahapan kampanye dan pilgub diikuti empat pasangan calon (paslon) terdiri nomor urut satu H Andi Sofyan Hasdam dan H Rizal Effendy. Nomor urut dua H Syaharie Jaang dan  H Awang Ferdian Hidayat. Nomor tiga H Isran Noor dan H Hadi Mulyadi serta nomor empat H Rusmadi dan Safaruddin.

Salah satu yang tidak bisa diabaikan dan sangat penting dalam proses demokrasi adalah sejauh mana dukungan masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka pada 27 Juni nanti. Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada Rakor Forkopimda Kaltim 2018 di Pendopo Lamin Etam, Kamis (21/6).  

Menurut dia, sosialisasi sangat penting agar Pilgub berlangsung aman dan lancar hingga terpilih pasangan pemimpin baru yang amanah untuk memimpin Kaltim lima tahun ke depan. “Saya yakin kerja keras dan sosialisasi yang tepat mampu membangun kesadaran warga. Harapan itu akan bisa kita wujudkan. Mari kita bantu KPU sukseskan Pilkada,” ajaknya.

Gubernur mengingatkan biaya suksesi Pilgub sangat mahal dimana sejak 2017 dan 2018 APBD yang disiapkan untuk seluruh keperluan Pilkada mencapai Rp410 miliar. Dengan nilai anggaran Pilgub itu ujarnya, itu bukan angka sedikit apalagi jika dibandingkan dengan jumlah pemilih Kaltim hanya mencapai 2.330.156 orang (2,33 juta orang).

Jika dibagi jumlah pemilih 2,33 juta orang dengan anggaran Pilgub sebesar Rp410 miliar berarti pemerintah membiayai per pemilih sekitar Rp176.000. Apabila, Pilkada kali ini Kaltim tidak mampu mencapai partisipasi pemilih 77,5 persen atau hanya 60 persen berarti ada sekitar 40 persen pemilih tidak menggunakan hak suaranya. “Golput 40 persen setara 932.000 pemilih. Maka, kita membuang-buang uang rakyat pada pilkada 2018 mencapai Rp164 miliar. Kita tidak ingin hal ini terjadi,” ungkap Awang.

Dia berharap KPU bersama instansi terkait mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada para pasangan calon (Paslon) yang maju di ajang Pilgub sehingga mampu mendongkrak angka partisipasi pemilih dan mengurangi angka Golput. “Saya yakinkan pemerintah bersama TNI/Polri serta instansi terkait terus memback-up KPU dan Bawaslu agar pilkada Kaltim sukses dengan angka partisipasi pemilih yang tinggi,” tegasnya. Awang berharap Pilgub Kaltim harus terlaksana dengan prinsip  langsung, umum, bebas dan rahasia  serta jujur dan adil (Luber dan Jurdil). (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait