Kalimantan Timur
Masa Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

MALANG – Masa pensiun bukanlah akhir dari sebuah pengabdian bagi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi merupakan anugrah yang harus disyukuri karena telah melewati masa pengabdian sekian puluh tahun untuk negara dan bangsa dan pada saatnya harus kembali pada  masyarakat  dengan pengabdian dalam bentuk lain dan semangat baru.
“Ada banyak hal yang bisa kita kerjakan pada saat menikmati masa pensiun yang dampak atau manfaatnya tidak kalah penting dibanding ketika kita mengabdi dengan status PNS,” kata Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten IV Bidang Administrasi Umum Setprov Kaltim, H Sofyan Helmi pada pembukaan Seminar dan Konseling bagi PNS Purna Tugas  2015, di Malang, Senin (18/3).
Menurut dia, usia pensiun merupakan satu hal alamiah dan semua PNS pasti mengalami, sehingga tidak perlu dirisaukan, tetapi sebaliknya harus diterima dan disambut dengan semangat baru, sehingga siap untuk menghadapi kondisi tersebut.
Diakuinya, sebagian PNS akan merasakan berbagai hal ketika pensiun, antara lain berkurangnya pendapatan, hilangnya rutinitas pekerjaan dan tidak adanya kewenangan bagi mereka yang memiliki jabatan.  Namun, jika hal itu sudah disadari sejak dini, masa pensiun merupakan sebuah kesenangan bahkan mungkin yang ditunggu-tunggu oleh PNS, karena lepas dari rutinitas sehari-hari dan dapat meluangkan waktu lebih lama berkumpul dengan keluarga.
“Karena itu saya berpesan kepada saudara-saudara yang saat ini sedang memasuki masa pensiun, hendaknya tidak perlu ragu apalagi putus asa menghadapi kondisi tersebut, tetapi sebaliknya harus memiliki semangat baru untuk menatap masa depan lebih baik  saat memasuki masa tua,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sofyan Helmi menyampaikan beberapa pesan gubernur kepada peserta konseling, yakni persiapkan kondisi fisik dan mental dan selalu melakukan diskusi dengan orang-orang terdekat untuk membicarakan hal-hal yang dirasakan perlu untuk menghadapi masa pensiun.
Selain itu, kembangkan hobi yang tertunda akibat kesibukan saat aktif sebagai PNS. Mengisi kesibukan sehari-hari di rumah, maksimalkan hobi yang akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar bahkan juga tambahan pendapatan.
Selanjutnya, buatlah anggaran keuangan setelah purna tugas yang tentunya tidak seperti pada saat aktif sebagai PNS, bila perlu buat usaha atau investasi, meskipun tidak besar, namun bisa menambah penghasilan.
Kemudian yang tidak kalah pentingnya, menjaga pola hidup sehat dan  terus membina hubungan silaturahmi dengan sejumlah relasi, sehingga dapat membina hubungan kerjasama dalam pengembangan usaha atau hal lainnya.
Paling utama, adalah pendekatan diri pada Tuhan Yang Maha Esa dengan meningkatkan kehidupan spiritual sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,  sehingga mampu menguatkan iman dan hidup lebih tenang.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Yadi Robyan Noor mengatakan jajaran Pemprov Kaltim berupaya memberikan bekal bagi PNS yang memasuki masa pensiun, agar pada saatnya nanti siap memasuki masa tersebut.
Diakuinya, banyak jajaran PNS yang memang sudah mempersiapkan diri ketika memasuki masa pensiun, namun tidak sedikit pula yang belum siap bahkan tidak mempersiapkan diri baik secara mental maupun fisik.
Karena itu, perlu upaya-upaya untuk memberikan kesadaran,  bahwa masa pensiun itu harus dijalani dan untuk itu harus dipersiapkan. Dengan dasar itulah, BKD Kaltim melakukan berbagai pelatihan dan konseling bagi PNS yang memasuki purna tugas yang rata-rata dua tahun sebelum pensiun.
“Guna memberikan kesadaran dan kemampuan fisik dan mental yang baik, konseling dan pelatihan semacam ini sangat diperlukan, sehingga pada saatnya nanti para pensiunan ini akan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat, bukan sebaliknya hanya jadi beban,” tegas Roby.
Tidak mudah memang mengubah pola pikir seseorang yang sebagian hidupnya sudah bekerja sebagai PNS, namun jika hal ini ditanamkan dengan seksama dan tekad yang kuat tentunya para pensiunan ini akan memiliki semangat baru.
Dalam kegiatan ini, sejumlah peserta akan dibekali dengan berbagai hal berupa konseling yang bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang. Dari kegiatan ini diharapkan secara mental para peserta memperoleh jalan keluar terbaik saat menghadapi masalah ketika pensiun.
Tentunya setiap orang akan menghadapi atau memiliki masalah pribadi masing-masing yang dapat berpengaruh pada saat menjalani pensiun, melalui konseling dengan sejumlah psikolog inilah nanti diharapkan dapat membuka cakrawala berpikir bagaimana menghadapi berbagai masalah yang akan atau sedang dihadapi peserta.
Kegiatan ini dikuti 76 peserta yang akan berlangsung tiga hari (18-20 Maret)  materi yang diberikan selain konseling, juga tentang kesehatan, kewirausahaan dan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pelaku usaha kecil menengah (UKM).
“Dengan kegiatan ini, kita berharap dapat menggugah semangat dan keinginan  peserta untuk berbuat yang lebih baik saat menikmati masa pensiun,” kata Roby. (santos/hmsprov).

//Foto: AKAN KEMBALI KE MASYARAKAT. Asisten IV Bidang Administrasi Umum Setprov Kaltim, H Sofyan Helmi mengalungkan tanda peserta Seminar dan Konseling bagi PNS Purna Tugas  2015. (eko/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait