Kalimantan Timur
Masyarakat Jangan Alergi dengan Pembiayaan Modal dari Bank

Final Top UKM 2015

 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim meminta agar masyarakat tidak takut atau alergi dengan pembiayan usaha melalui perbankan, khususnya yang diberikan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim dalam upaya memberikan kredit untuk modal usaha yang dilakukan pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Melaui sejumlah skim kredit tersebut, terbukti banyak memberikan manfaat bagi pelaku UKM di daerah ini. Contohnya adalah sejumlah pelaku usaha yang menjadi finalis Top UKM 2015, antara lain Wiwik AS pengusaha souvenir unik asal Samarinda, Arintia Dewi pengusaha nugget udang asal Samarinda dan Sekar S Luhat pengusaha rajutan asal Samarinda.

Tiga finalis tersebut mampu menghasilkan omzet mencapai Rp20 jutaan perbulan bahkan bisa membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. “Memang saat ini para pelaku usaha atau masyarakat belum banyak memanfaatkan permodalan dari perbankan. Karena, menilai prosesnya sulit,” kata Asisten Pemerintahan Setprov Kaltim Aji Sayid Fatur Rahman usai menghadiri Final Top UKM 2015 se Kaltim pada Pameran Pembangunan dan Ekonomi Kreatif, Kaltim Expo 2015 di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, Minggu (23/8).

Bahkan, pelaku UKM menilai agunan yang dipersyaratkan jaminan bank, terkadang tidak bisa dipenuhi, sehingga tidak tertarik untuk mengurus permodalan dari perbankan. Padahal yang menjadi masalah bagi pelaku UKM adalah, keterbatasan tidak mengakses informasi.

Melalui ajang Top-UKM 2015 diharapkan memberi sosialisasi kepada masyarakat agar mengetahui prosedur perkreditan perbankan di Kaltim. Termasuk berbagai kemudahan yang mungkin diberikan perbangkan  untuk pelaku UKM.

BPD Kaltim memberikan berbagai pelauang bagi pelaku UKM untuk mendapat pembiayaan modal. Bahkan bukan dapat diakses pelaku usaha sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. (jay/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait