Kalimantan Timur
Masyarakat Jangan Takut Jadi Petani

Sukseskan Program Pertanian di Kaltim

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan agar masyarakat Kaltim jangan takut menjadi petani. Karena potensi lahan yang dimiliki Kaltim masih banyak, yaitu mencapai 350.000 hektar.

Gubernur berharap dengan potensi tersebut, maka masyarakat juga turut mendukung Pemprov Kaltim menyukseskan program pertanian dalam arti luas di masa akan datang. Karena itu, pendidikan juga diperlukan bagi para petani.

“Saya berharap ke depan dengan pendidikan yang baik, maka petani Kaltim dapat menggunakan teraktor, membuka lahan dengan mekanisasi pertanian, penghasilannya lebih besar. Jadi, cita-cita kita seperti itu ke depan dan itu sangat mungkin dilakukan di Kaltim. Harapan saya produksi pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan rakyat Kaltim bisa dijual ke luar negeri, baik Singapura maupun Hongkong, sehingga kesejahteraan petani, peternak dan nelayan Kaltim sejahtera,” kata Awang Faroek Ishak baru-baru ini ketika silaturrahim bersama petani dan peternak di Tenggarong Seberang.

Dari program pertanian, gubernur berharap masyarakat tidak perlu takut atau khawatir. Contoh, Tarijan pembudidaya ikan dari Samboja yang baru 2 tahun di Kaltim. Tarijan tidak memiliki lahan, tetapi dia menyewa lahan untuk membuat kolam ikan lele. Dari kolam yang dimiliki Tarijan, ternyata bisa menghasilkan sekali panen mencapai 60 ton. Bahkan, informasinya 1 ton ikan yang dipanen, Tarijan bisa menjual mencapai Rp20 juta.

“Dari usaha Tarijan tersebut, dia pun saya bawa ke Malang ketika Penas XIV tahun ini. Ternyata semua petani yang hadir di Malang merasa takjub atas keberhasilan Tarijan. Jadi, itulah yang saya harapkan kepada seluruh masyarakat di Kaltim. Saya berharap masyarakat Kaltim jangan pernah ragu untuk mengembangkan usaha pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan,” jelasnya.

Karena itu, apabila ada masyarakat yang takut menjadi petani, maka menyalahi tuntutan jaman. Diharapkan, dengan pertanian masyarakat Kaltim bisa makmur dan masyarakat jangan ragu dengan menjalankan kerjaan tersebut.

Gubernur meyakinkan, bahwa pertanian adalah masa depan masyarakat Kaltim bukan ditambang batu bara. “Dulu kita kaya dengan kayu, sekarang kayu habis, tambang batu bara dikeruk. Jangan salah, memang saat ini APBD Pemkab Kukar terbesar di Kaltim karena Migas dan batubaranya. Tapi, kalau batu bara dan migasnya habis, tentu APBDnya juga menurun. Tetapi, yang tidak pernah habis adalah pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan,” jelasnya.(jay/hmsprov)

Berita Terkait