Kalimantan Timur
Masyarakat Kaltim Dimbau Cegah Diabetes Melitus Sedini Mungkin

SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim bertekad untuk mencegah, mengobati dan melawan penyakit Diabetes melitus (DM) taua yang biasa dikenal sebagai kencing manis,  jumlah penderitanya di Kaltim diperkirakan mencapai 63.330 jiwa.

Berdasarkan data riset kesehatan dasar dari Pusat Data Informasi Kementerian Kesehahatan, Kaltim berada diposisi keempat di Indonesia di bawah Yogyakarta, DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. dengan prevalensi 2,3 persen dari total jumlah penduduk diatas 15 tahun keatas di Kaltim yang mencapai 2,7 juta lebih.

"Data riset itu tercatat pada 2013. Karena risetnya dilakukan setiap tiga tahun sekali. Jadi, pada 2016 ini akan dilakukan riset terbaru dan akan direlease pada 2017 terkait penyakit diabetes," kata Kepala Dinkes Kaltim Rini Retno Sukesi.

Rini mengungkapkan, dengan jumlah penderita Diabetes di Kaltim yang mencapai angka 63 ribuan. Maka, pihaknya akan berusaha menekan angka tersebut dengan melakukan pencegahan secara dini melalui sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menjalankan pola hidup sehat terutama pola makan.

"Deteksi secara dini dengan melakukan pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan gula darah ini penting dilakukan guna mencegah penyakit tidak menular tersebut," katanya.

Rini menghimbau kepada masyarakat untuk mencegah risiko terkena diabetes dengan berprilaku ‘CERDIK”, yakni Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktifitas fisik, Diet yang baik dan seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stress.

"Saya berharap jumlah penderita DM berkurang dengan pemeriksaan gula darah. Kalau memang terdeteksi, segera lakukan pencegahan melalui penerapan perilaku hidup sehat dengan cara mengkonsumsi gizi seimbang, menghindari makanan instan, olahraga teratur, tidak merokok dan menjaga berat badan idel," katanya.

Dinas Kesehatan Kaltim,  sejak 7 April mengadakan pemeriksaan gula darah secara gratis selama perhelatan Kaltim Fair di Convention Hall. "Kami targetkan dapat menembus angka seribu orang yang akan diperiksa gula darahnya," katanya. (rus/es/humasprov

Berita Terkait
Government Public Relation