Kalimantan Timur
Memasuki Tahun Politik Pilkada 2018, Ingatkan Isu Provokasi SARA

Memasuki Tahun Politik Pilkada 2018, Ingatkan Isu Provokasi SARA

 

SAMARINDA – Walaupun pemilihan kepala daerah (pilkada) masih dalam hitungan waktu yang lama namun kondisi perpolitikan sudah terasa di tahun ini. Khususnya Kaltim pada 2018 akan menyelenggarakan pilkada baik pemilihan gubernur/wakil gubernur dan bupati/wakil bupati. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Dr H Rusmadi mengingatkan betapa pentingnya agenda itu sehingga diperlukan kesadaran yang tinggi bagi seluruh elemen masyarakat.

 

“Kita semua harus sadar dan paham akan agenda politik ini bagi Kaltim. Masyarakat jangan terpancing atas isu atau kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya saat menghadiri Silaturahmi Kerukunan Keluarga Bakumpai Kaltim, pekan lalu. Kondisi saat ini lanjutnya, akan mudah dimanfaatkan orang-orang tidak bertangungjawab untuk menebarkan isu-isu negatif di masyarakat.

 

Misalnya, isu terkait suku, agama, ras serta antar golongan (SARA) yang akhirnya bisa merusak dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Karenanya, seluruh elemen masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) serta komponen partai politik untuk bersikap bijaksana. “Utamanya, saat menerima informasi terkait SARA ataupun isu lainnya yang bisa memicu konflik agar mencari kebenarannya atau tidak langsung menerima,” ujarnya.

 

Kaltim selama ini dikenal sebagai miniatur Indonesia karena masyarakatnya sangat beragam baik suku, agama maupun budayanya. “Kondusifitas yang sudah terpelihara ini harus kita pertahankan dan jangan mudah terpancing bahkan langsung bertindak tanpa melakukan klarifikasi,” harap Rusmadi. (yans/sul/ri/ humasprov)

Berita Terkait