Kalimantan Timur
Mendagri: Saya Salut dengan Pak Farid

SAMARINDA – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengungkapkan sosok Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy yang mendampingi Gubernur Awang Faroek Ishak memimpin Kaltim pada periode 2008-2013 merupakan pribadi yang dapat dijadikan teladan bagi masyarakat Kaltim.
“Saya salut kepada Pak Farid. Meskipun tidak menjabat lagi untuk periode ke depan namun tidak ada perubahan sama sekali dari sosok beliau. Tetap santun dan tetap berkomitmen untuk berkontribusi membangun Kaltim,” ungkap Gamawan pada Pelantikan Gubernur dan Wagub Kaltim 2013-2018, di GOR Serbaguna Palaran, Selasa (17/12).
Menanggapi pujian dan kesan yang disampaikan Mendagri Gamawan Fauzi, Farid Wadjdy menyerahkan kembali penilaian itu kepada masyarakat dan semua pihak yang selama ini telah bekerjasama dengan baik. Selain itu, lanjut dia, penilaian itu juga merupakan penghargaan pribadi kepada dirinya dalam upaya pembinaan kepada kepala dan wakil kepala daerah.  
“Apa yang sudah dilakukan Mendagri untuk membina dan memberikan petunjuk sebagai kepala dan wakil kepala daerah memiliki peranan yang sangat besar. Jadi, apa yang saya tunjukkan dan apa yang saya lakukan tidak lepas dari peran Mendagri,” jelasnya.
Terkait dengan bergantinya Wagub Kaltim 2013-2018 dari dirinya ke HM Mukmin Faisyal, Farid mengatakan jika belajar dari perputaran siang dan malam, hujan dan panas, hitam dan putih, tentu sewaktu-waktu setiap orang bisa berada di atas dan di bawah, harus disadari sejak awal.  
“Prinsip saya, ketika kita naik, kita harus siap untuk turun. Itulah yang menjadi falsafah hidup saya. Sehingga setiap apapun, saya tidak merasakan kejutan-kejutan tetapi bagaimana kita memaknai semua itu sebagai perjalanan seorang manusia dalam menjalani kehidupan, kemudian mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.
Kepada Gubernur dan Wagub periode selanjutnya, Farid meminta agar RPJMD 2014-2018 yang merupakan lanjutan dari RPJMD 2008-2013 dan akan dibicarakan dengan DPRD Kaltim dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya disamping mendengarkan aspirasi dari semua elemen masyarakat termasuk didalamnya kritik-kritik yang disampaikan hendaknya dapat diperhatikan dengan sebaik-baiknya.
“Karena bagaimanapun, kritik merupakan bagian dari partisipasi dan kontribusi masyarakat terhadap kepedulian pembangunan. Karena itu, kita maknai kritik itu sebagai sebuah sikap positif dari masyarakat karena merasa bertanggung jawab ikut serta dalam pembangunan Kaltim,” ucapnya.
Setelah tidak menjabat sebagai Wagub, Farid menyebut dirinya akan kembali menggeluti dunia pendidikan dan memberikan perhatian penuh kepada dunia pendidikan. Hingga saat ini, dirinya juga telah diminta menjadi pembina dua pondok pesantren. Selain itu, dia akan aktif untuk lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan lainnya. Juga akan berkiprah di kegiatan sosial kemasyarakatan.
Terkait adanya usulan Gubernur Awang Faroek Ishak agar dirinya mau menjadi  Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Kaltim, Farid menyambut baik usulan tersebut. Saat ini, Farid merupakan salah satu anggota dewan pembina Univeristas NU.  
“Masalah rektor, kita bicarakan kemudian, kita serahkan apakah kita akan membuka seluas-luasnya kepada para akademisi untuk menjadi pimpinan perguruan tinggi ini. Tentu di era keterbukaan ini kita tidak boleh menutup diri, siapapun boleh menjadi pimpinan perguruan tinggi ini,” sebutnya.
Farid menambahkan, usai menjabat Wagub Kaltim 2008-2013, dirinya akan menyelesaikan program S3 di Universitas Negeri Jakarta di bidang manajemen pendidikan, yang sempat tertunda.
“Ini merupakan bentuk komitmen saya terhadap dunia pendidikan Kaltim,” pungkasnya. (her/hmsprov).

////FOTO : H Farid Wadjdy memberi ucapan selamat kepada Gubernur Kaltim Dr. H Awang Faroek Ishak yang dilantik bersama Wakil Gubernur HM Mukmin Faisyal oleh Mendagri Gamawan Fauzi untuk massa bakti 2013-2018.(tim/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait