Kalimantan Timur
Mentan Minta Kaltim Lakukan Gerakan Integrasi Sawit dan Jagung


SAMARINDA -  Menteri  Pertanian RI  Amran Sulaiman minta  Pemprov Kaltim  tidak hanya memprioritaskan pengembangan pangan beras, tetapi juga harus meningkatkan produksi jagung. 

"Kaltim memiliki kebun kelapa sawit lebih satu juta hektare. Karena itu, diinstruksikan agar keberadaan kebun tersebut bisa diintegrasikan dengan jagung. Tahap peratama bisa ditaman 100 ribu hektare dan tahun depan tambah 200 ribu hektare," kata Amran Sulaiman usai menghadiri pembukaan Rakor Pangan dalam rangka peningkatan Luas Tambah  Tanam (LTT)  padi dan Serapan Gabah Petani  (Sergap) di wilayah Kaltim yang berlangsung di Balikpapan, Selasa (2/8).

Terkakit gerakan integrasi sawit dan jagung Amran meminta Kepala Dinas Perkebunan Kaltim untuk segera melaksanakan gerakan tanam jagung di tengah-tengah kebun kelapa sawit.

"Ini luar biasa potensinya, bila perlu kumpulkan Kepala Dinas Perkebunan dari semua kabupaten/kota agar segera ke Jakarta untuk bertemu Dirjen terkait  menyampaikan rencana gerakan integrasi sawit dengan jagung ini," ujarnya.

Terkait dengan bibit jagung, pupuk dan pestisida, Amran menegaskan tidak perlu khawatir. Pemerintah  pusat akan memberikan dengan gratis, tinggal bagaimana berkoodinasi bisa dilakukan dengan baik bersama para kepala dinas dan perusahaan kelapa sawit. 

"Mengenai hasil panen yang nanti dihasilkan, para petani juga jangan khawatir  Bulog pasti membeli. Jadi apalagi yang ditunggu?" tantang Amran. 

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Hj Etnawati mengatakan  pada prinsipnya  rencana gerakan integrasi sawit dengan jagung yang digagas oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman disambut dengan baik  dan itu sangat potensial sekali karena lahannya memang sudah ada.

"Saat ini kebun kelapa sawit di Kaltim sudah lebih satu juta hekatare. Kalau memang itu mau digarap tentu sangat potensial sekali, apalagi  hal itu bisa dikerjasamakan dengan swasta. Oleh karena itu kita akan segera melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Perkebunan di kabupaten/kota untuk menyikapi  rencana  integrasi sawit dengan jagung," kata Etnawati. (mar/sul/es/humasprov).    

Berita Terkait