Kalimantan Timur
One Day Care, Inovasi Baru RSJD AHM

 

SAMARINDA - Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam (AHM)  Samarinda terus melakukan peningkatan pelayanan kepada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Bukan hanya mengandalkan clinical pathway, RSJD juga berinovasi dengan program One Day Care (ODC), pelayanan kesehatan jiwa secara berkesinambungan pasca rawat inap.

 

Direktur RSJD AHM Samarinda dr Padilah Mante Runa mengatakan, program ODC merupakan program inovatif yang  memberikan pelayanan kesehatan jiwa secara berkesinambungan (continuing of care), secara komprehensif, holistik dan secara paripurna. Program ini mulai dijalankan sejak Januari 2017, bekerjasama dengan BPJS. "Dengan program ODC setiap Senin dan Kamis selalu dilakukan morning raport.  Seluruh dokter dan perawat melaporkan kejadian-kejadian rumah sakit termasuk keadaan para pasien. Dan berdasarkan laporan, pasien ulangan yang datang tidak ada lagi yang kurang dari sebulan," kata Padilah Mante Runa, beberapa hari lalu.

 

Keuntungan program ODC diantaranya efisiensi biaya operasional rumah sakit, karena pasien saat pulang dan dijemput  lagi untuk kontrol, biaya rumah sakit lebih sedikit, bila dibandingkan apabila pasien melakukan rawat inap di rumah sakit. "Selain dengan ODC pasien yang sudah pulang  bisa bersosialisasi, produktif dan menghasilkan karya sesuai bakat masing-masing sehingga menguntungkan baik untuk pasien, keluarga maupun pemerintah," tambah Padilah.

 

Lebih jauh dijelaskan Padilah, pasien yang masuk rumah sakit, kemudian dirawat, dan bagi  pasien yang sudah memasuki  tahap rehabilitasi akan diberdayakan sesuai dengan bakat masing-masing, apakah itu pertukangan, jahit-menjahit maupun bakat lainnya. "Setelah melalui tahap rehabilitasi, pasien diberdayakan sesuai bakat yang dimiliki. Hal ini dimaksudkan setelah pasien sembuh mereka sudah memiliki keterampilan dan itu sangat menguntungkan bukan saja untuk diri pasien, tetapi juga keluarga, masyarakat dan pemerintah," yakin Padilah. Saat ini kerjasama program ODC sudah dilakukan bersama Dinas Kesehatan  Kota Samarinda, karena 80 persen pasien yang dirawat di RSJD AHM berasal dari Samarinda.

 

Kerjasama ini menjadi pionir. Jika program ini berhasil, maka ke depan kerjasama akan dilanjutkan dengan Dinas Kesehatan  kabupaten/kota lainnya di Kaltim. "Samarinda menjadi pilot project. Kalau ini berhasil baru kita perluas," ujar Padilah. Menurutnya, keberhasilan berbagai program yang dilaksanakan oleh pihak rumah sakit terhadap percepatan kesembuhan pasien, tentu berkat kerjasama semua pihak termasuk pihak keluarga pasien yang kooperatif mambantu penyembuhan. Keluarga harus menyadari bahwa keberhasilan dalam perawatan sampai kesembuhan pasien bukan semata tanggung jawab rumah sakit, tetapi juga tanggung jawab keluarga.

 

"Oleh karena itu, kepada pihak keluarga pasien yang telah membantu, kita berikan apresiasi dan diharapkan keluarga pasien yang lainnya pola pikirnya juga terbuka, tidak menganggap pasien yang mengalami gangguan jiwa  itu selamanya ditangani pihak rumah sakit, tetapi juga ada tanggung jawab moral dari pihak keluarga," kata Padilah. (mar/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait