Kalimantan Timur
Pejabat Eselon II Harus Berpikir Komprehensif Integral dan Holistik


 

SAMARINDA - Menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang kini terus dibangun Pemprov Kaltim sesuai visi dan misi Gubernur Kaltim dan Wagub Kaltim, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengajak agar seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Kaltim khususnya pejabat eselon II harus berpikir komprehensif integral dan holistik.

Menurut Awang, dengan tiga cara ini, maka pegawai khususnya pejabat eselon II harus mampu menyukseskan program sesuai target yang diinginkan. Artinya, berjuang demi pembangunan jangan ragu.

“Saya minta semua pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim khususnya pejabat eselon II jangan ragu dalam menjalankan tugas. Sekali melangkah pantang surut ke belakang. Karena itu, mari berpikir komprehensif integral dan holistik. Maksudnya, berjuang itu bulat, utuh dan menyeluruh demi rakyat,” kata Awang Faroek Ishak di Balikpapan, Jumat (4/11).

Awang menjelaskan, dengan berpikir demikian, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Hal tersebut, menurut Awang telah dilaksanakannya sejak menjadi Anggota DPR RI maupun Bupati Kutai Timur.

Cara tersebut, lanjut Awang, menuntut pegawai untuk meningkatkan prestasi, dedikasi, loyalitas dan integritas terhadap tanggung jawab yang dibebankan. Artinya, pegawai maupun pejabat dapat mengubah mindset atau pola pikir demi kemajuan rakyat.

“Dengan berpikir demikian, setiap pegawai maupun pejabat dapat memandang, menyikapi dan menyelesaikan setiap masalah yang timbul dengan memperhatikan berbagai aspek secara menyeluruh. Artinya, setiap keputusan memiliki keterkaitan satu dengan yang lain,” jelasnya.

Contoh yang patut diperhatikan pegawai maupun pejabat dalam berpikir komprehensif integral dan holistik, yaitu tidak melakukan tindakan menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba dan korupsi. Maksudnya, dengan berpikir demikian, mampu membangun mental pegawai dan pejabat jauh dari tindakan menyimpang. Karena dalam menjalankan tugas tidak lepas dari hubungan antara sosial, budaya dan keamanan masyarakat. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait