Kalimantan Timur
Pelayaran Perdana International Direct Call Balikpapan-Shanghai Pemerintah Bangun Infrastruktur, Investor Mengalir

Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim (tiga dari kiri) bersama Deputi Bidang Usaha Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan BUMN Ahmad Bambang dan pejabat lainnya memencet tombol sirine saat peresmian International Direct Call di Pelabuhan Internasional Balikpapan, Se

 

 

Pelayaran Perdana International Direct Call Balikpapan-Shanghai Pemerintah Bangun Infrastruktur, Investor Mengalir

 

BALIKPAPAN - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno diwakili Deputi Bidang Usaha Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan BUMN Ahmad Bambang meresmikan pelayaran perdana international direct call  Balikpapan-Shanghai di Pelabuhan Terminal Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Balikpapan.

 

Saat peresmian Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak diwakili Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan H Ichwansyah. Hadir menyaksikan Pj Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud dan Dirut Pelindo IV Doso Agung dan Direktur Perusda KKT Basir. Ahmad Bambang mengatakan, dengan diresmikannya international direct call, pemerintah menciptakan peluang usaha bagi para pengusaha pelayaran, termasuk pengusaha yang bergerak di bidang kelapa sawit maupun perikanan.

 

"Artinya, kita membangun infrastruktur tidak lain untuk membalik paradigma masyarakat. Di mana, pemerintah bangun dulu infrastrukturnya guna menciptakan kebutuhan pengusaha, sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi," kata Ahmad Bambang usai peresmian, Senin (9/4). Ahmad Bambang mengatakan, pemerintah membangun infrastruktur di wilayah-wilayah Indonesia Timur, agar pertumbuhan ekonomi semakin baik. Contohnya, Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Balikpapan dan jalan tol.

 

Karena, jika infrastruktur tidak ada. Misal, jalan tol tidak ada, dermaga dan pelabuhan tidak ada, maka pengusaha akan berpikir untuk membuka usaha di daerah. "Jadi, pemerintah bertekad membangun infrastruktur terlebih dulu baru selanjutnya pengusaha bisa masuk ke daerah. Melalui international direct call ini, pemerintah memberikan kepastian kepada pengusaha di Kaltim, agar kita juga bisa ekspor bahan olahan yang siap jual ke luar negeri," jelasnya.\

 

Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setprov Kaltim H Ichwansyah mengatakan, direct call akan membuat ekspor barang jadi efisien waktu. Kemudian, memberikan nilai tambah bagi para pengusaha, karena pelayaran dilakukan tidak harus mampir ke antar pulau di Indonesia Timur, tetapi langsung ke Shanghai.

 

"Jika waktu pelayaran lebih hemat, maka biaya lebih sedikit. Tentunya, akan meningkatkan pendapatan pelaku usaha. Apalagi, waktu pelayaran hanya mencapai 9 hari, sekali berlayar," jelasnya. Momentun peresmian ini, diyakini mampu memacu komoditi-komoditi yang ada di Kaltim untuk ekspor ke luar negeri. Karena itu, pemerintah daerah meminta agar pelaku usaha dapat semakin kreatif dalam mengemas produk yang akan diekspor, sehingga memiliki nilai jual tinggi. 

 

Artinya, kuantitasnya jelas, kualitas bagus dan kontinuitas selalu berjalan. Ichwansyah menegaskan, peluang usaha di Kaltim sangat banyak, mulai dari hasil lautnya hingga kelapa sawit maupun kerajinan tangan. "Kondisi ini akan membantu hilirisasi industri di Kaltim semakin berkembang. Contohnya dari kelapa sawit dengan cangkang kelapa sawit dan hilirisasi dari batu bara. Karena itu, kita harapkan bahan sudah jadi baru diekspor ke luar, sehingga bernilai tinggi," jelasnya. (jay/sul/humasprov)

  

    

 

Berita Terkait